1. HOME
  2. KABAR SEMARANG

Turis asing melonjak, Semarang harus terus berbenah

"Perlu ada langkah resmi dan terstruktur untuk menyambut turis asing yang turun di Pelabuhan Tanjung Emas."

Sejumlah pembicara memberikan pandangannya terkait kemajuan pariwisata Kota Semarang dalam acara Morning Tea yang diselenggarakan pegiat wisata Kota Semarang, belum lama ini.. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Contributor : Andi Pujakesuma | Rabu, 25 April 2018 15:08

Merdeka.com, Semarang - Pesatnya perkembangan pariwisata di Kota Semarang mulai mendapat perhatian dunia. Terbukti, para wisatawan mancanegara terus berdatangan ke Kota Atlas ini.

Kondisi tersebut tentu merupakan nilai positif bagi kemajuan Kota Semarang. Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang diminta terus memperbaiki berbagai hal untuk menunjang kemajuan itu.

Hal itu terungkap dalam diskusi para pegiat pariwisata Kota Semarang dalam acara Morning Tea, belum lama ini. Para pegiat pariwisata mengaku masih banyak hal yang perlu dibenahi untuk menunjang sektor pariwisata.

"Pemkot Semarang sudah memperbaiki infrastruktur yang cukup memadai. Jalan sudah diaspal mulus dan dilebarkan. Hanya saja, untuk membawa turis asing masuk berwisata di Semarang, butuh usaha dan perlakuan luar biasa, karena mereka tidak dapat dianggap sama dengan turis domestik," kata pelaku usaha tour dan travel dari Nunsatara, M Titus.

Titus menambahkan, kurangnya aksesibilitas menjadi kendala utama kedatangan turis asing melalui kapal pesiar (cruiseship). Dia menerangkan, turis yang turun dari kapal, jumlahnya bisa ribuan. Namun, aksebilitas Kota Semarang masih belum memadai. "Belum lama ini, kami bawa dalam 40 bus. Aksesibilitas di destinasi di kota ini kurang memadai. Sebanyak 40 bus itu susah parkir," tambahnya.

Sementara itu, GM PT Pelindo 3 Cabang Tanjung Emas Ardi Wahyu Basuki menambahkan, jika pihaknya terus berbenah dalam memberikan kenyamanan bagi turis asing yang datang dengan kapal pesiar. Dalam program ke depan, dermaga sandar kapal pesiar akan diperdalam menjadi 12 meter bahkan nantinya menjadi 15 meter.

Hal ini untuk mengantisipasi sandarnya kapal cruise yang besar dan panjang. Selama ini, pernah ada kapal yang tidak bisa merapat dan harus menurunkan penumpang agak ke tengah. "Ini memakan biaya lagi karena harus mengangkut mereka dengan kapal shuttle. Tentu akan semakin enggan mereka singgah di Semarang karena harus nambah biaya lagi," tuturnya.

Kabid Lalu Lintas Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Emas Pradigdo menegaskan, tahun lalu ada 16 kapal pesiar sandar di Tanjung Emas. Tahun ini, akan ada 25 kapal pesiar yang total membawa puluhan ribu turis asing.

"Pelindo sudah memperdalam dermaga, kami juga sudah bersolek. Sekarang tinggal bagaimana memanfaatkan momentum datangnya turis asing agar tidak sekedar ke Borobudur namun juga dapat singgah dan menghabiskan uangnya di Semarang," tandasnya.

Koordinator Pegiat Wisata Semarang Gus Wahid menegaskan, pihaknya akan menindaklanjuti diskusi wisata ini. Salah satunya dengan memberikan rekomendasi ke dinas terkait untuk menggelar workshop atau Forum Group Discussion (FGD) menindaklajuti hasil diskusi ini.

"Perlu ada langkah resmi dan terstruktur untuk menyambut turis asing yang turun di Pelabuhan Tanjung Emas. Kami akan merekomendasikan adanya rapat koordinasi tersistematis dengan Pemkot Semarang agar ada tindaklanjut nyata. Kami sudah gerah karena Semarang hanya jadi ampiran para turis asing," ucapnya.

(NS) Laporan: Andi Pujakesuma
  1. Peristiwa
  2. Infrastruktur
KOMENTAR ANDA