1. HOME
  2. KABAR SEMARANG

Atasi kekeringan, Wali Kota Hendi langsung turun tangan

“Diusahakan akhir Agustus ini akan mulai dibangun, akhir September semoga bisa selesai pengerjaan,"

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyapa warga dalam acara jalan sehat di Kampung Banteng, RT 01 RW 10 Tandang, Selasa (14/8).. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Contributor : Andi Pujakesuma | Selasa, 14 Agustus 2018 17:21

Merdeka.com, Semarang - Datangnya musim kemarau membuat beberapa wilayah di Kota Semarang kesulitan mendapatkan air bersih. Salah satunya di Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Di wilayah itu, banyak masyarakat yang mulai sulit memperoleh air bersih.

Lurah Tandang, Suwito saat berkeliling bersama Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi di Kampung Banteng, RT 01 RW 10 Tandang, Selasa (14/8) mengatakan, setidaknya ada sekitar 50 sampai 60 rumah di Kelurahan tersebut yang mengalami kesulitan air bersih. Terutama untuk rumah-rumah yang belum teraliri oleh air PDAM.

Dengan kondisi tersebut, praktis warga di Tandang hanya mengandalkan pasokan air dari daerah terdekat yang teraliri air yaitu dari Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.

Suwito mengungkapkan jika permasalahan kekeringan tersebut salah satunya disebabkan oleh warga yang belum mau menggunakan jasa PDAM Tirta Moedal Kota Semarang. “Warga sini belum pada mau mendaftar untuk dipasang aliran air dari PDAM, jadi PDAM belum bisa menjangkau daerah ini. Selama ini warga masih menggunakan sumur," kata dia.

Terkait hal itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menaruh perhatian serius terhadap kondisi wilayah Tandang saat ini. Bahkan Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang tersebut, menegaskan akan melakukan pembangunan sumur artesis untuk warga. Hal itu dirasa penting agar persoalan kekeringan di Kelurahan Tandang tidak terus berulang.

“Pembangunan di Kelurahan Tandang terus kami upayakan, jalan yang semula jelek saat ini sudah baik. Meski begitu, masih ada permasalahan yang belum terselesaikan, yaitu terkait ketersediaan air bersih. Untuk itu saya putuskan untuk melakukan pembangunan sumur artesis di Tandang,” tegas Hendi.

Sumur artesis sendiri, lanjut dia, adalah sebuah sumur yang memiliki kedalaman lubang yang lebih dalam dari pada sumur biasa, yang dikenal dengan istilah deep well. Biasanya proses penggalian sumur ini memerlukan beberapa alat pengeboran yang lebih canggih. “Diusahakan akhir Agustus ini akan mulai dibangun, akhir September semoga bisa selesai pengerjaan, sehingga di Oktober nanti sudah dapat bermanfaat untuk masyarakat,” tegasnya.

Hendi menambahkan bahwa kasus seperti ini bukan hanya terjadi di satu tempat saja. Untuk itu dirinya sangat mengharapkan ada pihak-pihak yang berpartisipasi pada penanganan masalah tersebut.

“Memang ini dominan urusan pemerintah, karena pemerintah adalah penyelenggara negara. Namun apabila ada campur tangan dari seluruh pihak, pembangunan Semarang akan berjalan lebih cepat,” pungkasnya.

(NS) Laporan: Andi Pujakesuma
  1. Kebijakan Publik
  2. Peristiwa
  3. Pemkot Semarang
KOMENTAR ANDA