1. HOME
  2. KABAR SEMARANG

Bantu tekan angka kematian ibu hamil dan bayi, FKM Undip terjunkan 370 mahasiswa

Mahasiswa yang diterjunkan diharapkan mampu mendeteksi permasalahan kesehatan di tengah masyarakat khususnya ibu hamil dan bayi.

Pelepasan mahasiswa FKM Undip untuk memberikan pendampingan kesehatan pada ibu hamil. Foto/Humas Undip. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Selasa, 30 Oktober 2018 08:31

Merdeka.com, Semarang - Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menerjunkan 370 mahasiswa baru sebagai surveilans kesehatan ibu dan anak di kawasan Kedungmundu dan Meteseh. Pelepasan mahasiswa baru tersebut sebagai wujud pengabdian masyarakat untuk menekan angka kematian bayi dan ibu hamil di tengah masyarakat.

Pelepasan mahasiswa tersebut dilakukan oleh Wakil Dekan III FKM Undip Suyatno di halaman Dekanat FKM Undip baru-baru ini. "Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Prospek Maba (Mahasiswa Baru). Diharapkan dengan kegiatan ini, mahasiswa memiliki softskill untuk melakukan pendampingan ibu hamil, sigap dalam membantu pelayanan kesehatan ibu hamil oleh petugas puskesmas," ujarnya seperti dikutip dari release Humas Undip Semarang.

Program tersebut, kata dia, selain sebagai wujud kepedulian Undip juga sebagai langkah dukungan program Guberur Jateng "Nginceng Wong Meteng" yang memiliki makna untuk mendeteksi jumlah atau angka kehamilan di tengah masyarakat sekaligus untuk menekan angka kematian ibu dan bayi.

Senada, Pembina Prospek Maba, Yudhy Dharmawan mengatakan program tersebut selain akan berdampak kepada masyarakat juga memiliki manfaat bagi mahasiswa yang diterjunkan. Kegiatan pendampingan ini sangat bermanfaat untuk mengenalkan program kesehatan sejak dini, membentuk atribut softskill seperti kerjasama, kemampuan komunikasi, luwes dan kerja keras, ujarnya.

Melalui program tersebut, lanjut dia, mahasiswa yang diterjunkan diharapkan mampu mendeteksi permasalahan kesehatan di tengah masyarakat khususnya ibu hamil dan bayi, serta mampu memberikan solusi yang dibutuhkan.

Lebih lanjut dia mengatakan, sesuai dengan program yang sudah berjalan, kegiatan akan berlangsung selama empat bulan. Sedangkan bentuk kegiatan yang dilakukan di lapangan. Diantaranya pendataan keluarga (survei), pendampingan ibu hamil sampai nifas (K1-K4, kunjungan bufas), pemantauan wilayah setempat KIA, penapisan kehamilan risti (resiko tinggi) dan pertolongan pertama kasus komplikasi (stabilisasi ibu hamil/anak) dan rujukan yang tepat. Kegiatan dilaksanakan oleh 370 mahasiswa baru yang dibimbing oleh dosen dan dokter Puskesmas.

"Diharapkan dengan pendampingan, data yang diperoleh surveilans dapat dikembangkan menjadi bahan penelitian untuk lebih meningkatkan kesehatan bayi dan ibu hamil dan membantu program pemerintah menekan angka kematian bayi dan ibu hamil," tutupnya.

(NS)
  1. Kesehatan
  2. Pendidikan
KOMENTAR ANDA