1. HOME
  2. KABAR SEMARANG

Hindari penyalahgunaan obat, IAI Jateng gelar penyuluhan 73.000 siswa

"Ini sangat penting, karena tidak bisa dipungkiri di sekitar kita masih ada sekelompok anak muda yang menggunakan obat tidak semestinya."

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat berbicara di hadapan para siswa SMAN 3 Kota Semarang, Senin (30/4).. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Contributor : Andi Kaprabowo | Senin, 30 April 2018 15:33

Merdeka.com, Semarang - Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Jawa Tengah (Jateng) menggelar sosialisasi dan penyuluhan mengenai penggunaan obat kepada ribuan pelajar di seluruh Jawa Tengah.

Sebanyak 73.000 siswa diseluruh Jateng dilibatkan dalam sosialisasi itu. Sementara, IAI mengajak 3118 apoteker yang memberikan penyuluhan. Aksi sosialisasi dan penyuluhan tersebut tercatat dalam rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Sekertaris Pengurus Daerah IAI Jateng, Rosyid Sujono mengatakan, sosialisasi itu dilakukan serentak di 600 sekolah di Jateng. "Kami mulai serentak hari ini sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB," kata dia, Senin (30/4).

Rosyid menambahkan, kegiatan itu dilakukan sebagai bentuk pengabdian apoteker kepada negara. Dipilihnya pelajar sebagai sasaran sosialisasi, hal itu dikarenakan banyak penyalahgunaan obat di kalangan pelajar. "Sehingga kami menggelar kegiatan ini untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya penyalahgunaan obat-obatan," tegasnya.

Di Kota Semarang, kegiatan sosialisasi dan penyuluhan itu dilakukan di SMA 3 Kota Semarang. Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyempatkan hadir dalam acara tersebut. "Kegiatan ini sangat bagus, saya sangat mengapresiasi para apoteker yang mendharmabhaktikan ilmunya untuk pencerahan kepada generasi muda, khususnya terkait penggunaan obat-obatan," kata Wali Kota yang akrab disapa Hendi ini.

Lebih lanjut Hendi menambahkan, dalam kegiatan sosialisasi itu, para apoteker memberikan pemahaman tentang obat. Seperti apa obat itu, apa kandungan yang ada di dalamnya serta bagaiman jika obat-obatan itu disalahgunakan.

"Ini sangat penting, karena tidak bisa dipungkiri di sekitar kita masih ada sekelompok anak muda yang menggunakan obat tidak semestinya. Hal itu yang membuat mereka teler, tidak punya semangat dan masa depan suram," terangnya.

Padahal, kata dia, obat-obatan yang dikonsumsi itu jika digunakan sebagaimana mestinya dan sesuai dosis aturan pakai, akan memberikan manfaat kepada penggunanya.

"Misalnya CTM (chlorfeniramin maleat), itu kan obat alergi. Kalau minumnya satu butir maka bisa sembuh. Tapi akan jadi persoalan jika diminum lima butir, pasti akan membahayakan," tegasnya.

Hendi berharap, kegiatan tersebut dapat memberikan pemahaman kepada siswa agar lebih jeli, waspada jika ditawari obat-obatan tersebut. "Mudah-mudahan ini terus dilakukan secara masif agar penyalahgunaan obat di kalangan pelajar tidak terjadi lagi," pungkasnya.

(NS) Laporan: Andi Kaprabowo
  1. Peristiwa
  2. Pemkot Semarang
KOMENTAR ANDA