1. HOME
  2. KULINER

Asyiknya nongkrong dan mengisi perut di The W Café

Menikmati menu kelas hotel dengan harga mahasiswa

Sup buntut kuah, salah satu menu andalan di The W Café. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Rabu, 18 April 2018 19:19

Merdeka.com, Semarang - Tak hanya kawasan Simpang Lima dan sekitarnya yang menawarkan tempat hangout asyik. Salah satu daerah berkembang dekat kampus Universitas Negeri Semarang (UNNES) di kawasan Gunungpati juga memberikan pilihan tempat untuk nongkrong. Kalau sudah nongkrong, tak lengkap rasanya jika tak mengisi perut.

Sejenak menyingkir dari keriuhan pusat kota dan bergeser ke Gunungpati. Berada di Jalan Taman Siswa Ruko Banaran No 7 Semarang, sebuah café dengan warna perpaduan kuning lemon dan oranye menarik perhatian.

Melangkahkan kaki dalam ruangan warna atraktif memancing rasa lapar. Deretan daftar menu dalam lembaran dominasi warna biru coral mulai melembutkan mata. Harga yang ditawarkan cocok untuk kantong mahasiswa.

“Kami membidik pasar mahasiswa dan masyarakat Gunungpati dan sekitarnya bahwa menikmati makan enak, pelayanan bagus dan tempat bersih tidak identik dengan harga mahal,” ujar Pemilik The W Cafe (The Double U Café) Semarang, Wahyu Nurseka, belum lama ini.

Benar saja, harga yang ditawarkan paling tinggi di tempat ini adalah Rp 20 ribu. Dengan harga tersebut, anda sudah bisa menikmati kelezatan sup buntut kuah atau goreng. Kuah kaya rempah disajikan hangat berisi potongan buntut empuk. Teknik memasak yang tepat membuat buntut tidak alot. Kehangatan dan kegurihan kuah diseruput perlahan-lahan akan mengaduk-aduk rasa lapar. Sebagai pendamping, sambal lombok ijo dan irisan jeruk jika anda ingin menambah kesegaran rasa dan aroma harum.

Suasana di The W Café
© 2018 semarang.merdeka.com/Sebastian

Untuk menu lain di bawah harga tersebut? Banyak, dan sangatlah variatif. Menu andalan lain yang tidak menguras kocek, anda bisa menjajal geprek dan ayam penyet lombok ijo. Ayam geprek memang sedang hits di Semarang. Di sini cukup merogoh kocek Rp 10 ribu sudah bisa menghilangkan lapar dengan nasi sepuasnya. Ramah sekali dengan isi kantong mahasiswa atau anak kost, bukan?

Menu boleh sama tapi sambel geprek di sini memiliki ciri khas tersendiri yang tidak ada di tempat lain. “Kalau ingin tahu ya coba rasakan sendiri,” kata ibu dua anak ini.

Level pedas bisa dipesan dan diulek langsung begitu anda memesan. Daging ayam diolah agar menghasilkan juicy bercampur cabai rawit setan dan bawang. Sajian ayam geprek dipastikan fresh, segar dan pedas.

Ayam penyet lombok ijo adalah menu lain yang banyak diburu. Di café ini, anda cukup membayar Rp 12 ribu untuk menu tersebut, sekaligus bisa menyantap tahu tempe dan es teh. "Kami ingin mengeksplorasi menu yang sudah akrab di lidah dengan modifikasi di dalamnya,” paparnya.

Café yang dibuka mulai 2 April 2018 ini, juga menyajikan menu mie mirip. Menikmati mie dari sebungkus mie instan memang terdengar biasa. Namun, di sini mie disajikan semirip mungkin dengan gambar di kemasannya. Ada irisan ayam, timun, tahu, telur, sayuran dan lainnya. “Tak sekadar mie, tapi ada kandungan gizi yang lainnya saat disantap,” katanya.

Pilihan lain adalah nasi goreng, cah sayur, roti bakar, pisang plenet, telur gelung dan kentang goreng dan masih banyak lainnya. Penutup hidangan bisa memilih pisang plenet dan es krim di dalamnya. Lumeran es krim mulai terasa saat sendok berisi es krim menyentuh indra pengecapan. Belum cukup rasa manis dicecap, pisang yang sudah diolah semakin menguatkan citarasa manis.

Tagline yang diusung di café ini adalah good food, good place, good talk. Makanan enak di tempat nyaman akan membuat acara nongkrong semakin menyenangkan. Fasilitas WiFi super cepat yang tersedia gratis, juga bisa membuat anda terhubung dengan teman-teman di dunia maya melalui media sosial ataupun video call. Akses ini juga mendukung kegiatan perkuliahan saat berselancar di internet. "Tetapi, ketika berinternet, sebaiknya tidak melupakan teman atau pacar di depanmu ya?” ucapnya berseloroh.

(NS)
  1. Ragam
KOMENTAR ANDA