1. HOME
  2. PARIWISATA

Bermain dengan merpati putih di Kota Lama, seperti liburan di Eropa

"Dengan latar belakang bangunan kuno ditambah burung merpati yang cantik, Kota Lama Semarang bisa seperti di Eropa."

Burung merpati di Kota Lama. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Contributor : Andi Kaprabowo | Senin, 27 Agustus 2018 16:37

Merdeka.com, Semarang - Kota Lama Semarang memang kini menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan. Ratusan bangunan kuno peninggalan zaman kolonial Belanda masih berdiri kokoh menghiasi kawasan itu. Tak hanya itu, kini di Kota Lama Semarang tepatnya di Gereja Blenduk Semarang, terdapat puluhan burung merpati liar berwarna putih.

Uniknya, burung-burung liar itu sangat ramah dengan pengunjung. Mereka tak segan turun ke bawah untuk meminta makan dari para wisatawan yang berkunjung. Hal itu jelas membuat pengunjung gemas untuk memberi makan dan berfoto bersama mereka.

Menurut keterangan Alfian, 33, salah satu pedagang di kawasan Gereja Blenduk Kota Lama, burung-burung tersebut merupakan burung liar yang dilepas oleh pasangan pengantin usai menikah di Gereja Blenduk.

"Awalnya hanya beberapa ekor saja, namun lama-lama mereka beranak pinak dan semakin banyak. Sekarang lebih dari 20 ekor yang ada di sini," terangnya.

Karena burung yang dilepas saat acara pernikahan, maka burung merpati yang ada di lokasi itu didominasi dengan warna putih. Mereka diduga bertempat tinggal di atas bangunan Gereja Blenduk yang ada di lokasi itu.

"Tidak tahu rumahnya di mana, mungkin di atas Gereja Blenduk ini. Namun yang jelas mereka beranak pinak, karena awalnya hanya beberapa ekor saja," terangnya.

Kehadiran burung-burung simbol kesetiaan cinta itu sontak membuat para wisatawan semakin ramai mengunjungi lokasi itu. Mereka beranggapan, keberadaan burung merpati putih di Kota Lama semakin mempercantik lokasi wisata yang dipenuhi bangunan bersejarah tersebut.

"Cantik sekali, senang rasanya dapat bercengkrama dengan burung-burung cantik ini. Seperti liburan di Eropa saja," kata Retno Widiastuti, 25, salah satu pengunjung.

Apalagi, lanjut Retno, burung-burung tersebut sangat jinak dan mau didekati untuk diberi makan. Sehingga, para pengunjung dapat bermain dengan puluhan burung itu dan mengabadikan melalui kamera handphone masing-masing.

Dia berharap keberadaan burung merpati itu dilestarikan dan diperhatikan serta diperbanyak jumlahnya. Jika jumlahnya semakin banyak, maka akan semakin membuat suasana Kota Lama asri dan indah. Selain itu, harus pula diberikan peraturan tertulis tentang larangan berburu burung di lokasi itu.

"Dengan latar belakang bangunan kuno ditambah burung merpati yang cantik, Kota Lama Semarang bisa seperti di Eropa. Jadi pasti akan semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke lokasi ini," tutupnya. 

(NS) Laporan: Andi Kaprabowo
  1. Ragam
  2. Cagar Budaya
KOMENTAR ANDA