1. HOME
  2. PARIWISATA

Keren! Pemkot Semarang buat pasar digital di Hutan Tinjomoyo

"Yaitu sebuah pasar tradisional yang instagramable di alam terbuka, dengan sistem pembayaran cashless (non tunai),"

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meninjau pembangunan pasar digital di Taman Hutan Kota Tinjomoyo Semarang.. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Contributor : Andi Kaprabowo | Selasa, 06 Maret 2018 19:46

Merdeka.com, Semarang - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi terus melakukan upaya untuk meningkatkan aktivitas perdagangan dan jasa di Kota Semarang melalui pengembangan sektor pariwisata. Salah satunya adalah dengan melakukan revitalisasi aset-aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang yang luput dari perhatian pemerintah sebelumnya, untuk menjadi daya tarik wisata Kota Semarang.

Seperti Hutan Kota Tinjomoyo yang berada di daerah Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang yang kini akan difungsikan sebagai pasar digital terbuka. Hutan tersebut sekian lama mangkrak setelah pemindahan kebun binatang di lokasi itu ke Taman Margasatwa Mangkang Semarang sejak 2006 lalu.

Pasca pemindahan kebun binatang yang semula di Hutan Kota Tinjomoyo ke daerah Mangkang itu, aset Pemkot dengan luas 57,5 hektar tersebutpun seakan terbengkalai. Hal tersebut terlihat dari kondisi infrastruktur di dalamnya yang tidak terawat dan tidak tersentuh oleh perbaikan dan pembangunan.

Namun saat ini, Tinjomoyo mulai kembali bergeliat sebagai daya tarik wisata Kota Semarang di bawah kepemimpinan Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut. Setelah membangun kembali akses jembatan menuju Tinjomoyo yang terputus, kini Hendi sedang menggarap Tinjomoyo menjadi sebuah area pasar digital, bernama 'Pasar Semarangan Tinjomoyo.'

"Jadi konsepnya Tinjomoyo ini akan menjadi sebuah pasar digital terbuka. Yaitu sebuah pasar tradisional yang instagramable di alam terbuka, dengan sistem pembayaran cashless (non tunai)," kata Hendi saat meninjau pembangunan Hutan Kota Tinjomoyo, Selasa (6/3).

Konsep pasar diigital di tengah hutan itu, lanjut Hendi, merupakan representasi pembangunan Kota Semarang sebagai Smart and Sustainable City. Hendi mengatakan, beberapa agenda wisata juga telah terencana untuk diselenggarakan di Hutan Kota Tinjomoyo tersebut. "Untuk soft launch-nya kami agendakan pada tanggal 17 Maret mendatang. Dan pembukaan Semarang Great Sale tanggal 7 April nanti juga akan diselenggarakan di sini," imbuhnya.

Pasar Semarangan sendiri, kata Hendi, rencananya pada tiga bulan pertama akan dibuka setiap Sabtu dari pukul 15.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB. "Di luar waktu itu, masyarakat juga dapat menggunakan area Pasar Semarangan ini untuk santai-santai atau jogging," terangnya.

Hendi optimistis, revitalisasi aset-aset wisata milik Pemkot Semarang seperti Hutan Tinjomoyo ini dapat berkontribusi mendorong laju pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang menjadi sekitar 6%, dari yang semula di tahun 2016 telah berada di angka 5,69%. "Pertumbuhan ekonomi tentu saja komponennya banyak, tapi target saya, sektor pariwisata yang sebelumnya tidak tergarap, dapat lebih berkontribusi saat ini," pungkasnya.

(NS) Laporan: Andi Kaprabowo
  1. Infrastruktur
  2. Pemkot Semarang
KOMENTAR ANDA