1. HOME
  2. PARIWISATA

Yuk berkunjung ke Kampung Pelangi! Bikin hati berseri lho

"Selain berswafoto di dalam areal kampung, pengunjung juga bisa menikmati kampung ini dari gardu pandang."

Salah satu sudut di Kampung Pelangi. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Contributor : Andi Kaprabowo | Selasa, 30 Januari 2018 16:48

Merdeka.com, Semarang - Suasana damai ala perkampungan begitu terasa saat menginjakkan kaki di salah satu kampung yang terletak di Kelurahan Wonosari Kecamatan Kalisari Kota Semarang ini. Pemandangan indah dengan rumah yang tersusun bertingkat di atas perbukitan membuat hati semakin tentram.

Belum lagi, warna-warni bangunan rumah yang disuguhkan di lokasi itu, membuat mata menjadi terpana. Aneka lukisan cantik warna-warni yang menghiasi dinding-dinding rumah warga menjadikan siapapun akan betah berlama-lama di sana. Langsung saja, siapapun yang datang dengan otomatis mengambil kamera untuk berselfie ria.

Ya, itulah Kampung Pelangi. Salah satu kampung tematik yang sengaja dibuat sebagai destinasi wisata baru di Kota Semarang. Sejak diresmikan pada Mei 2017 lalu, kampung ini sontak terkenal hingga ke berbagai negara dan ramai dikunjungi wisatawan.

Jelas saja, lokasi yang dulu dikenal kumuh tersebut kini menjadi jujugan para turis baik lokal maupun mancanegara. Setiap pengunjung yang hadir selalu mengunjungi sudut-sudut kampung untuk berswafoto dan memamerkannya di media sosial masing-masing. Mereka juga dapat menikmati aneka kuliner yang dijajakan oleh warga setempat.

"Saya tahu Kampung Pelangi ini dari Instagram. Sepertinya bagus sekali, akhirnya saya menyempatkan diri untuk mengunjungi Semarang. Dan ternyata memang sangat bagus," kata Novitasari, 26, salah satu pengunjung Kampung Pelangi asal Surabaya, Selasa (30/1).

Menurut dia, lokasi bangunan rumah yang berada diperbukitan membuat rumah-rumah tersebut seperti tersusun bertingkat. Belum lagi warna-warni dan gambar yang ada, membuat lokasi itu begitu instagramable.

"Selain berswafoto di dalam areal kampung, pengunjung juga bisa menikmati kampung ini dari gardu pandang. Berselfie dengan background Kampung Pelangi sangat indah hasilnya," tambah dia sambil memerkan hasil jepretannya.

Tak hanya pengunjung yang begitu senang dengan keberadaan Kampung Pelangi, masyarakat di lokasi itu juga seperti mendapat durian runtuh. Muntoko,40, misalnya, dia mengaku sangat senang karena kampungnya kini terkenal dan menjadi jujugan para wisatawan. "Dulunya tidak terpikir akan menjadi seperti sekarang ini, tentu kami sangat bersyukur atas perubahan ini," kata dia.

Muntoko menerangkan, setelah menjadi Kampung Pelangi, lokasi itu tidak pernah sepi pengunjung. Setiap hari, selalu ada pengunjung yang datang. Bahkan di akhir pekan atau libur panjang, pengunjung membludak.

"Warga jadi terkena dampaknya, ekonomi kami semakin baik dengan adanya kampung Pelangi ini, baik yang menjadi penjual kuliner, asesoris dan lain sebagainya," tutupnya.

Wali Kota Hendi beserta jajaran ketika berfoto bersama di salah satu sudut Kampung Pelangi
© 2018 semarang.merdeka.com/Istimewa

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dalam kesempatan lain mengatakan, ide pembuatan Kampung Pelangi awalnya tidak ada. Ide itu muncul usai Pemkot Semarang melakukan revitalisasi Pasar Kembang Kalisari yang berada tepat didepan perkampungan itu.

"Setelah proyek pasar kembang selesai, kami melihat keindahan pasar tidak didukung oleh perkampungan yang ada di belakangnya karena merupakan kawasan kumuh. Setelah itu baru kami berfikir untuk menjadikannya semakin menarik," terang dia.

Tak disangka, hal itu justru tidak hanya merubah kondisi fisik kampung dari kumuh menjadi tertata, melainkan berubah menjadi salah satu destinasi pariwisata unggulan Kota Semarang. "Bahkan ternyata juga terkenal dan menjadi perhatian dunia, ini tentu sangat membanggakan," terangnya.

Di balik kesuksesan Kampung Pelangi, Wali Kota yang akrab disapa Hendi ini mengatakan jika Kampung Pelangi akan menjadi role model pengentasan kampung miskin yang ada di Kota Semarang.

"Kami ingin mengubah semua kampung yang kumuh dan warganya berada di bawah garis kemiskinan, menjadi perkampungan yang nyaman dihuni dan kesejahteraan mereka semakin meningkat," pungkasnya.

(NS) Laporan: Andi Kaprabowo
  1. Ragam
  2. Pemkot Semarang
KOMENTAR ANDA