1. HOME
  2. PARIWISATA

Bingung habiskan akhir pekan? Yuk ke Festival Banjir Kanal Barat

"Kegiatan ini adalah salah satu upaya untuk mengembangkan potensi yang ada di Kota Semarang untuk menggenjot sektor pariwisata,"

Sejumlah perahu hias melintas di Sungai Banjir Kanal Barat pada Festival Banjir Kanal Barat, Jumat (11/5) malam.. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Contributor : Andi Kaprabowo | Jum'at, 11 Mei 2018 21:33

Merdeka.com, Semarang - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kembali menggelar Festival Banjir Kanal Barat untuk keenam kalinya sejak diselenggarakan pertama kalinya pada tahun 2013. Kegiatan tersebut akan berlangsung selama tiga hari, hari Jumat (11/5) hingga hari Minggu (13/5).

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pada penyelenggaraan kali ini, Pemkot Semarang tak lagi menerbangkan lampion. Karena alasan keamanan, kegiatan menerbangkan lampion diganti dengan melarung lentera di sepanjang sungai Banjir Kanal Barat, Kota Semarang. Tak kurang dari 3.000 lentera dilarung dalam dua hari kegiatan tersebut. Yaitu 2.000 lentera di hari pertama, dan 1.000 lentera di hari kedua.

Sebagai inisiator kegiatan, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi hadir langsung untuk membuka kegiatan tersebut, Jumat (11/5). Wali Kota Semarang yang juga akrab disapa Hendi itu pun ikut melarung sebuah lentera di Sungai Banjir Kanal Barat.

Tak hanya lentera, kegiatan yang diselenggarakan pada malam hari ini juga disemarakan oleh puluhan perahu hias yang tampak cantik memadati salah satu kanal terbesar di Kota Semarang tersebut. Tercatat ada 34 perahu hias ditampilkan dalam penyelenggaraan tahun ini.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Hendi menuturkan, Festival Banjir Kanal Barat telah menjadi agenda wisata tahunan Kota Semarang sejak dirinya dilantik menjadi Wali Kota Semarang pada tahun 2013 lalu. "Kegiatan ini adalah salah satu upaya untuk mengembangkan potensi yang ada di Kota Semarang untuk menggenjot sektor pariwisata," kata Hendi.

Menurut dia, Festival Banjir Kanal Barat merupakan salah satu potensi Kota Semarang yang kita gali adalah kekayaan topografinya. Hendi menjelaskan, jika Kota Semarang adalah merupakan salah satu kota terunik di Indonesia karena memiliki topografi yang lengkap, mulai dari pantai, dataran rendah, perbukitan, hingga waduk. "Salah satunya juga ini, Kota Semarang memiliki sungai besar melintas di area perkotaan, yang mana ini menjadi sebuah potensi wisata besar bagi Kota Semarang," terang Hendi.

Tahun ini juga, lanjut dia, di Banjir Kanal Barat pihaknya akan membuat sebuah wahana baru. Yaitu sebuah jembatan air mancur dengan lampu berwarna-warni untuk menambah daya tarik wisata di sini. "Tentu akan menambah lokasi ini semakin menarik untuk dikunjungi," tukasnya.

Selain diramaikan oleh ribuan lentera dan puluhan perahu hias, Festival Banjir Kanal Barat tahun ini juga diramaikan oleh pagelaran wayang kulit dan bazar 'Semarang Introduction Market.' Sekitar 300 UMKM di Kota Semarang yang terbagi dalam 150 stand ambil bagian dalam bazar tersebut. Mulai dari makanan khas Semarang hingga berbagai produk kerajinan dijajakan kepada ribuan pengunjung yang memadati area Festival Banjir Kanal Barat di Jalan Madukoro, Kota Semarang.

Sari Pandu, salah satu pelaku UMKM yang ikut dalam bazar di Festival Banjir Kanal Barat itu mengaku senang diberi ruang oleh Pemkot Semarang untuk untuk ambil bagian. "Senang yang pasti, karena semua dilibatkan, mulai dari teman-teman pelaku UMKM, sampai pelaku seni yang mengisi panggung hiburan selama tiga hari di sini," kata dia.

Dia juga mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan Pemkot Semarang itu. Menurutnya, penyelenggaraannya juga sudah bagus dan pengunjung sangat antusias. "Pengunjungnya juga ramai, kalau bisa semakin banyak lagi kegiatan-kegiatan seperti ini," pungkasnya.

(NS) Laporan: Andi Kaprabowo
  1. Peristiwa
  2. Ragam
  3. Pemkot Semarang
KOMENTAR ANDA