1. HOME
  2. PARIWISATA

Puncak Perayaan Imlek, Kelenteng Sam Poo Kong Dibanjiri Pengunjung

"Setiap perayaan Imlek memang ke Sam Poo Kong ini. Acaranya meriah dan ramai, bisa sekalian liburan bareng keluarga,"

Suasana meriahnya perayaan Imlek 2019 di Kelenteng Sam Poo Kong Semarang, Selasa (5/2).. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Contributor : Andi Pujakesuma | Selasa, 05 Februari 2019 14:34

Merdeka.com, Semarang - Kelenteng Sam Poo Kong Kota Semarang dipadati ribuan pengunjung pada puncak perayaan Imlek 2570, Selasa (5/2). Mereka berduyun-duyun datang ke kelenteng tersebut untuk menyaksikan aneka hiburan yang digelar.

Sejak pagi hari, antrean warga sudah mengular di kelenteng yeng berlokasi di Gedung Batu Simongan Semarang Barat itu. Sorak-sorai langsung terlihat saat satu persatu hiburan mulai atraksi barongsai, reog Ponorogo, live musik dan tari-tarian disajikan untuk menghibur pengunjung.

Selain menyajikan hiburan, panitia acara juga menyediakan puluhan stan makanan kuliner dan suvenir khas Imlek. "Setiap perayaan Imlek memang ke Sam Poo Kong ini. Acaranya meriah dan ramai, bisa sekalian liburan bareng keluarga," kata Rochman Djunaedi, 33, salah seorang pengunjung.

Tak hanya dari Kota Semarang, sejumlah wisatawan dari luar Kota Semarang juga memadati tempat itu. "Sengaja datang ke sini untuk ikut merayakan Imlek. Kebetulan keluarga di Semarang, jadi senang sekali bisa merayakan Imlek bersama keluarga di tempat yang indah ini," kata Siska, 24, pengunjung asal Bandung.

Menurut Perwakilan Pengelola Kelenteng Sam Poo Kong Mulyadi Setya Kusuma, banyak warga dari luar daerah yang jauh hari sebelumnya menanyakan tentang kegiatan Imlek di Klenteng Sam Poo Kong.

“Kami mendapat pertanyaan terus dari beberapa daerah di kelenteng (Sam Poo Kong) ada acara apa. Sebenarnya kita hanya akan merayakan secara sederhana saja, tapi kebetulan di-support Pemda. Hal ini mengingat Kelenteng Sam Poo Kong merupakan salah satu destinasi wisata unggulan yang menjadi tujuan wisatawan tidak hanya dari dalam namun juga luar negeri,” sebutnya.

Inovasi dari pengelola untuk menciptakan sebuah event yang disajikan dalam perayaan Imlek ini pun mendapat respon yang positif dari pemerintah. Hal ini ditunjukan dengan kehadiran Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

Mulyadi juga menyebutkan bahwa pada perayaan kali ini juga melibatkan puluhan usaha kecil menengah dengan menggratiskan tempat jualannya. Kebijakan itu dimaksudkan agar pedagang tidak terbebani dengan harga sewa sehingga berdampak mahalnya makanan yang dijual.

Dia menyebutkan, salah satu yang menjadikan masyarakat memilih untuk datang ke sebuah objek wisata yakni lantaran makanan yang dijual murah.

“Kan kadang banyak di tempat wisata pengunjungnya mengeluh makanannya mahal. Nah mereka itu kadang terbebani dengan harga sewa, makanya ini kami gratiskan harga sewanya. Jadi mereka (jual makanan) tidak mahal, namun memang kami pakai sistem bagi hasil. Ketika mereka laku kita dapat beberapa persen,” ungkapnya.

Mulyadi menambahkan, perayaan Imlek yang dilaksanakan tahun ini mengangkat tema tentang "Harmonisasi Dalam Kedamaian" dengan ditandai pelepasan burung pipit dari sangkar. Tema tersebut dipilih sejalan dengan beberapa saat lagi bangsa Indonesia akan melaksanakan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, yang diharapkan dapat berjalan lancar dan damai.

"Perayaan di Sam poo Kong dengan tema yang diusung kemajuan dalam perdamian. Filosofi melepas 200 burung yakni memohon berkah dan kedamaian, itu yang kita harapkan,” ungkap Mulyadi.

(NS) Laporan: Andi Pujakesuma
  1. Peristiwa
  2. Ragam
KOMENTAR ANDA