1. HOME
  2. PARIWISATA

Sambut Ramadan, Pemkot Semarang akan gelar Karnaval Dugderan

"Dari bunyi bedug dan meriam itulah awal tradisi ini disebut Dugderan,"

Kepala Disbudpar Kota Semarang, Masdiana Safitri.. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Contributor : Andi Kaprabowo | Kamis, 10 Mei 2018 15:30

Merdeka.com, Semarang - Untuk menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang akan menggelar Karnaval Dugderan. Karnaval yang digelar rutin tahunan tersebut, akan dilaksanakan dua kali, yakni pada 14 Mei 2018 di Lapangan Simpang Lima dan pada tanggal 15 Mei 2018 yang mengambil rute dan tempat di Masjid Kauman Semarang dan Masjid Agung Jateng.

"Untuk karnaval tanggal 14 Mei itu adalah Karnaval Dugderan anak-anak. Jadi pesertanya mulai dari TK sampai SMA di 16 Kecamatan Kota Semarang. Targetnya ada 16.000 peserta yang akan memeriahkan karnaval budaya itu," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Masdiana Safitri.

Masdiana menambahkan, untuk Karnaval Dugderan kedua diselenggarakan pada 15 Mei. Pada karnaval itu, akan digelar sejumlah kegiatan, yakni pawai yang dimeriahkan kegiatan budaya lengkap dengan arak-arakan kereta kencana Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menuju Masjid Agung Kauman Semarang dan Masjid Agung Jawa Tengah.

Pada arak-arakan tersebut, Wali Kota Semarang akan menaiki kereta kencana dan berperan sebagai pemimpin pertama Kota Semarang, Kanjeng Bupati Raden Mas Tumenggung Aryo Purboningrat. "Nantinya arak-arakan akan dimulai pukul 12.00 WIB dan peserta pawai akan menuju Masjid Kauman Semarang dilanjutkan ke Masjid Agung Jawa Tengah," terang Masdiana.

Di kedua masjid tersebut, lanjut dia, akan ada banyak kegiatan. Diantaranya pembagian roti ganjel rel, pembacaan Suhuf Halaqoh sebagai tanda masuknya Bulan Ramadan. "Selain itu, di Masjid Kauman, Wali Kota Semarang juga akan memukul bedug berbunyi 'dug' dan diiringi suara meriam berbunyi 'der' sebagai tanda dimulainya puasa. Dari bunyi bedug dan meriam itulah awal tradisi ini disebut Dugderan," terangnya.

Masdiana menambahkan, pihaknya sengaja menggelar Karnaval Dugderan pada tanggal 15 Mei. Hal itu sesuai kesepakatan, bahwa karnaval diselenggarakan dua hari sebelum Ramadan. "Menurut kalender, awal Ramadan jatuh pada tanggal 17 Mei, makanya kami menggelar Karnaval Dugderan pada 15 Mei ini. Namun semuanya tetap menunggu pengumuman resmi dari pemerintah terkait penetapan awal Ramadan," pungkasnya.

(NS) Laporan: Andi Kaprabowo
  1. Peristiwa
  2. Pemkot Semarang
  3. Budaya
KOMENTAR ANDA