1. HOME
  2. KULINER

Sop Kakap Bu Ndut, Kuliner Warisan Leluhur Yang Bikin Ketagihan

"Rasanya tiada duanya dan selalu ngangenin. Selain itu harganya juga sangat terjangkau,"

Sop kakap di Warung Sop Kakap dan Ramesan Bu Ndut.. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Contributor : Andi Pujakesuma | Minggu, 20 Januari 2019 17:37

Merdeka.com, Semarang - Warung kecil di pojok Jalan Pemuda, tepatnya di samping Gedung Bank BCA itu selalu ramai dikunjungi orang. Terkadang, pembeli harus mengantre untuk dapat tempat duduk dan menikmati kuliner yang sejak 25 tahun lalu terkenal di Kota Semarang.

Adalah Warung Sop Kakap dan Ramesan Bu Ndut, warung kecil dengan menu sop kakap yang nikmat menjadi andalan. Selain sop kakap yang segar dan gurih, ada pula aneka menu lain seperti ramesan, garang asem, pepes, bakso, bakmi, keong dan masih banyak lagi menu lain yang pastinya memanjakan lidah pembeli.

"Yang paling enak dan terkenal di sini itu sop kakapnya. Rasanya tiada duanya dan selalu ngangenin. Selain itu harganya juga sangat terjangkau," kata Rismawati, 26, salah seorang pelanggan, Minggu (20/1).

Tampak depan Warung Sop Kakap dan Ramesan Bu Ndut.
© 2019 semarang.merdeka.com/Andi Pujakesuma

Rasa Sop Kakap di Warung Bu Ndut, kata dia, berbeda dengan sop ikan di tempat lain. Kuahnya yang segar dengan rasa bumbu rempah yang kuat, ditambah irisan daging ikan kakap yang empuk menjadikan makanan itu lumer sempurna di lidah ketika disantap.

"Saya selalu mampir ke sini setiap ke Semarang. Ya meskipun terkadang harus rela antre dulu untuk dapat menikmati Sop Kakap Bu Ndut," terang Ridwan, 33, pembeli asal Jakarta.

Pemilik warung Sop Kakap Bu Ndut, Sutiyem mengatakan bahwa sop kakap memang yang menjadi menu andalan. Dalam sehari, sop kakap yang dijual bisa mencapai ratusan porsi. "Yang paling terkenal memang sop kakapnya, semua yang datang ke sini banyak yang pesan itu," kata Sutiyem yang lebih dikenal dengan sebutan Bu Ndut.

Sop kakap andalannya itu, lanjut dia, diolah menggunakan rempah-rempah pada umumnya. Cara memasaknya pun sama, ikan kakap segar setelah dibersihkan dipotong dadu, kemudian dimasukkan ke dalam air yang telah diberi bumbu tersebut.

Namun dibalik kenikmatan sop kakap itu, dia mengakui ada bumbu rahasia yang membuat kenikmatan sop tersebut sempurna. "Bumbunya biasa seperti masak sop lainnya, namun ada bumbu rahasia warisan ibu saya yang sudah saya praktikan sejak puluhan tahun," terangnya.

Suasana di dalam Warung Sop Kakap dan Ramesan Bu Ndut.
© 2019 semarang.merdeka.com/Andi Pujakesuma

Meski nikmatnya bikin selalu ketagihan, harga untuk satu porsi terhitung ramah dengan kantong. Sati porsi sop kakap dihargai Rp12.000 untuk ukuran kecil. Sementara ukuran besar, harganya Rp17.000. "Selain dimakan di sini, bisa juga dibawa pulang, kami juga menyediakan bungkusan sop kakap yang siap dibawa pulang," terangnya.

Sop Ikan Kakap Bu Ndut buka setiap hari sejak pukul 6.00 WIB dan tutup pukul 16.00 WIB. Namun biasanya, anda yang datang lebih dari jam 10.00 WIB tidak kebagian sop kakap andalannya, dan hanya bisa menikmati aneka ramesan saja. "Yang beli di sini biasanya pagi sudah berdatangan. Kalau siang sering sudah habis," tambahnya.

Tidak hanya masyarakat biasa, para pembeli sop kakap langganannya juga kerap kali dari kalangan pejabat. Mulai dari gubernur, wali kota, menteri dan sejumlah pejabat tinggi lainnya.

Ramainya pembeli membuat omzet yang diperoleh Bu Ndut cukup besar. Dalam sehari, tidak kurang dari Rp5 juta laba yang dihasilkan.

(NS) Laporan: Andi Pujakesuma
  1. Ragam
KOMENTAR ANDA