1. HOME
  2. KABAR SEMARANG

Jelang Lebaran, Pemkot diminta antisipasi kerawanan sosial

“Kondusifitas dan kestabilan keamanan menjelang Lebaran harus tetap terjaga dengan baik."

Ilustrasi kriminalitas. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Contributor : Andi Pujakesuma | Kamis, 31 Mei 2018 15:09

Merdeka.com, Semarang - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang diminta waspada dan mengantisipasi terjadinya kerawanan sosial menjelang Lebaran. Sebab saat seperti itu, banyak potensi terjadinya kerawanan berupa aksi kriminalitas di masyarakat.

Hal itu disampaikan Anggota DPRD Kota Semarang Diyah Ratna Harimurti, Kamis (31/5). Menurut dia, semua pihak termasuk masyarakat sendiri tetap harus mewaspadai dan mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, khususnya menjelang datangnya Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah.

“Kondusifitas dan kestabilan keamanan menjelang Lebaran harus tetap terjaga dengan baik. Sebab, potensi terjadinya aksi kriminalitas biasanya banyak sekali, karena desakan kebutuhan ekonomi yang meningkat sedangkan kemampuan ekonomi masyarakat berbeda-beda. Sehingga kita tidak boleh lengah dengan tetap harus mengantisipasi hal yang tidak diinginkan,’’ ucapnya.

Diyah pun mengusulkan, untuk mengantisipasi potensi kerawanan kriminalitas di masyarakat, diharapkan agar dilakukan patroli oleh pihak yang berwenang yang dilaksanakan hingga di tingkat kelurahan bahkan perkampungan.

"Kami sendiri bersama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Semarang beberapa waktu lalu telah mengadakan seminar untuk para pemuda tentang bahaya radikalisme. Radikalisme seperti aksi terorisme yang terjadi di Surabaya termasuk salah satu hal yang harus diantisipasi,’’ tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Semarang, Djati Priyono mengakui, menjelang Hari Raya Idhul Fitri 1439 Hijriah memang harus diwaspadai terkait keamanan dan kenyamanan lingkungan di Kota Semarang.

"Trennya kriminalitas dan radikalisme di Kota Semarang sebenarnya terus menurun. Namun demikian memang kita harus meningkatkan terus kewaspadaan khususnya menghadapi Lebaran ini,’’ katanya.

Djati menerangkan, pihaknya melalui forum-forum yang ada telah melakukan upaya pencegahan dini dan tanggap dini terhadap kerawanan sosial. Termasuk mempunyai 8 program dengan 54 kegiatan yang dilaksanakan bertujuan untuk memberdayakan publik terkait kemanan, politik dan lainnya.

"Sebab selain keamanan lingkungan kami juga harus mewaspadai kenaikan harga sembako menjelang Lebaran, ketertiban lalu lintas dan bencana alam seperti rob di jalur mudik,’’ tandasnya.

Terkait dengan antisipasi ketertiban dalam berlalu lintas saat arus mudik, lanjut Djati, Pemerintah Kota Semarang telah memiliki Air Traffic Control System (ATCS) yang bisa memantau pergerakan kendaraan bermotor di jalan. Selian itu juga memiliki Station Room yang bisa mengetahui misalnya kondisi pompa di suatu titik untuk mengatasi genangan rob yang terjadi.

(NS) Laporan: Andi Pujakesuma
  1. Peristiwa
  2. Pemkot Semarang
KOMENTAR ANDA