1. HOME
  2. KABAR SEMARANG

Pertama di Indonesia, tol multifungsi dibangun di Semarang

"Akan kami lelang segera. Konsepnya lain daripada yang lain karena jalan tol ini disatukan dengan sistem pengendalian banjir,"

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berbincang dengan Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, Arie Setiadi Moerwanto, Jumat (6/4).. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Contributor : Andi Kaprabowo | Sabtu, 07 April 2018 08:07

Merdeka.com, Semarang - Pemerintah pusat akan segera membangun jalan tol Semarang-Demak sepanjang 27 kilometer. Tol tersebut nantinya memiliki tiga kegunaan, yaitu untuk mengurangi kemacetan, pencegah atau pengendali banjir, serta sebagai jalur wisata laut.

Hal itu terungkap saat Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, bertemu dengan Dirjen Bina Marga Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Arie Setiadi Moerwanto, Jumat (6/4). Pertemuan itu dilakukan untuk membahas tentang pembangunan jalan tol Semarang-Demak.

"Ini pertama di Indonesia, sehingga perlu pembicaraan teknis untuk tahun ini bisa dilakukan lelang," tutur Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut.

Hendi menerangkan, saat ini orientasi pembangunan di Kota Semarang harus dapat memberikan manfaat secara masif. Misalnya dengan pembangunan jalan tol Semarang-Demak ini, bukan hanya memberikan manfaat mengurangi kemacetan saja, namun ada manfaat lainnya.

"Bisa membuat banjirnya juga hilang, potensi wisatanya berkembang, nelayan meningkat perekonomiannya, dan seterusnya," tegasnya.

Secara teknis, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto menjelaskan, proses lelang jalan tol Semarang-Demak ditargetkan pada bulan Agustus tahun ini selesai. Sehingga, pembangunan sudah dapat dimulai sebelum Lebaran tahun ini.

"Akan kami lelang segera. Konsepnya lain daripada yang lain karena jalan tol ini disatukan dengan sistem pengendalian banjir," jelasnya.

Nantinya, lanjut dia, tol Semarang-Demak bukan hanya memecahkan masalah kemacetan tapi juga masalah banjir dan juga memperbaiki lingkungan yang tadinya kumuh menjadi baik. "Sekalian menciptakan suatu lahan baru (wisata dan pemukiman). Harusnya yang pertama di Indonesia," tambah Arie.

Terkait warga yang akan terkena dampak pembangunan, Arie menuturkan akan ada terobosan teknologi agar petani tambak dan nelayan dapat tetap mempunyai lahan jika lahannya terkena proyek jalan tol Semarang-Demak tersebut.

"Begini, di bagian situ tadinya ada tambak dan lain-lain, kita lagi kembangkan teknologi, kalau tambak airnya kan air asin, jadi kita kembangkan di luar dari tanggul tersebut dan itu secara teknologi memungkinkan jadi mereka punya lahan-lahan. Kemudian ada mangrove yang kena nanti kita pindahkan ke luar tanggul kita bikinkan juga lahan mangrove," bebernya.

(NS) Laporan: Andi Kaprabowo
  1. Peristiwa
  2. Infrastruktur
  3. Pemkot Semarang
KOMENTAR ANDA