1. HOME
  2. PARIWISATA

PT KAI akan gelar Festival Argo Muria di Lawang Sewu Semarang

"Agar semakin terkenal sebagai destinasi tujuan wisatawan lokal maupun mancanegara,"

Sebuah festival yang digelar PT KAI di Lawang Sewu Semarang, beberapa waktu lalu. Foto/Istimewa. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Contributor : Andi Kaprabowo | Kamis, 12 Juli 2018 16:44

Merdeka.com, Semarang - PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan menggelar pagelaran seni bertajuk Argo Muria Festival With Andien Metamorfosa. Festival tersebut rencananya akan dihelat pada Sabtu (14/7) di Museum Lawang Sewu Kota Semarang mulai pukul 15.00 WIB.

Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Suprapto mengatakan, festival ini digelar dalam rangka mengenalkan produk layanan transportasi kereta api penumpang dan tempat wisata bernuansa kereta api seperti Lawang Sewu dan Museum KA Ambarawa kepada masyarakat. Selain pagelaran seni, festival ini juga menampilkan acara bazaar and marketplace yang menghadirkan 8 tenant yang tergabung dalam Impala Space Community.

"Adapun bentuk pagelaran seni nantinya berupa music showcase, illustration respond (art show), teater performance, fashion showcase dan konser musik dengan menampilkan artis kenamaan, Andien," kata dia, Kamis (12/7).

Penamaan Festival KA Argo Muria sendiri, lanjut Suprapto, merupakan bagian dari promosi layanan kereta api relasi Semarang Tawang - Gambir (Jakarta) yang pertama kali beroperasi pada tanggal 22 Desember 1997 silam.  Saat ini, KA Argo Muria telah menggunakan kereta eksekutif terbaru produksi INKA tahun 2017, dengan rangkaian new image dengan fasilitas dan interior yang representative dan lux.

"Festival Argo Muria merupakan bentuk apresiasi kepada para penumpang royal relasi Semarang - Jakarta selama ini. Dimana tercatat pada tahun 2017, sebanyak 755.701 penumpang telah menggunakan layanan kereta api relasi Semarang - Jakarta atau naik 12% dibandingkan tahun 2016 yang mencapai 674.021 penumpang," terangnya.

Dengan adanya festival ini, pihaknya berharap akan semakin menyemarakan Kota Semarang pada khususnya, dan Jawa Tengah pada umumnya. Pengambilan tempat penyelenggaraan Lawang Sewu, dimaksudkan agar tempat wisata edukasi perkeretaapian ini bisa semakin dikenal dan semakin menarik dikunjungi oleh wisatawan. "Agar semakin terkenal sebagai destinasi tujuan wisatawan lokal maupun mancanegara," harapnya.

Lebih lanjut Suprapto menerangkan, Lawang Sewu merupakan gedung bersejarah di Semarang, Jawa Tengah, yang didesign oleh arsitek Belanda bernama Prof. Jacob K. Klinkhamer dan B.J. Ouendag dibantu Cosman Citroen dengan mengacu pada arsitektur campuran bergaya tropis dan Eropa.

Gedung ini dahulu merupakan kantor dari Nederlands - Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) atau Perusahaan Kereta Api pada zaman Kolonial Belanda. Setelah kemerdekaan, gedung ini digunakan sebagai kantor pusat oleh PT Kereta Api Indonesia.

"Selain digunakan sebagai kantor Kereta Api Indonesia, Lawang Sewu memiliki sejarah kuat saat peristiwa pertempuran 5 hari di Semarang pada Oktober 1945, oleh karena itu pada tahun 1992, pihak Pemkot Semarang menjadikan gedung ini sebagai bangunan kuno bersejarah di Semarang yang patut dilindungi," ungkapnya.

(NS) Laporan: Andi Kaprabowo
  1. Peristiwa
  2. Ragam
KOMENTAR ANDA