1. HOME
  2. KABAR SEMARANG

Gandeng Gapensi, Baznas rehab 25 rumah tidak layak huni

"Tanpa dukungan banyak pihak, program tersebut tidak akan berjalan secara sempurna,"

Ketua Baznas Kota Semarang Arnas Agung menandatangani kerjasama dengan Gapensi. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Contributor : Andi Kaprabowo | Rabu, 11 April 2018 15:54

Merdeka.com, Semarang - Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) Kota Semarang menggandeng Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) untuk melakukan kegiatan bedah Rumah Tak Layak Huni (RTLH).

Ketua Baznas Kota Semarang Arnas Agung Andrarasmara mengatakan, kerjasama dengan Gapensi ini diharapkan akan semakin memperluas bantuan program bedah rumah. Pihaknya menargetkan rehab RTLH sebanyak 100 unit tahun 2018 ini. "Adapun yang sudah kami kerjasamakan dengan Gapensi sebanyak 25 unit RTLH," kata Arnas, Rabu (11/4).

Dia menjelaskan, tahun ini target bedah rumah naik 100%. Pada periode pengurusan sebelumnya, jumlah RTLH yang diperbaiki hanya 50 unit saja. "Kami berharap dengan semakin banyaknya rumah yang diperbaiki, akan semakin meningkatkan kepercayaan warga dalam menyampaikan zakat ke BAZ. Apalagi tahun ini, kami menargetkan perolehan zakat sebesar Rp 6 miliar," terangnya.

Setiap rumah yang akan direhab, lanjut Arnas, mendapat anggaran Rp 12,5 juta untuk perbaikan. Sebelum menerima bantuan, pihaknya juga melakukan survei ke lokasi dan juga kelurahan setempat. "Hal ini kami lakukan agar bantuan tepat sasaran," ucapnya.

Arnas menambahkan, pihaknya menerima pengajuan bantuan rehab RTLH dari warga yang kurang mampu. Nantinya setelah disurvei, akan dilakukan perbaikan secara bertahap kepada warga yang membutuhkan.

Arnas mengakui, program ini adalah upaya untuk mendukung perbaikan RTLH yang dilakukan Pemkot Semarang yang jumlahnya mencapai ribuan. "Tanpa dukungan banyak pihak, program tersebut tidak akan berjalan secara sempurna," tukasnya.

Sementara itu, Ketua Gapensi Kota Semarang Devry Alfiandi menambahkan, pihaknya memiliki amanah melakukan perbaikan fisik RTLH. Adapun seluruh pendanaan dilakukan oleh Baznas.

"Kami juga melakukan survei serta pemetaan bagian rumah mana saja yang mendesak untuk diperbaiki. Jadi kami menyediakan tenaga dan material serta tenaga ahli untuk perbaikan," ujarnya.

(NS) Laporan: Andi Kaprabowo
  1. Peristiwa
KOMENTAR ANDA