1. HOME
  2. KABAR SEMARANG

Hari ini, PKL Barito mulai boyongan ke Pasar Klitikan Penggaron

"Kami tidak keberatan, apalagi kami sudah disediakan tempat baru oleh Pemkot Semarang,"

Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryati Rahayu mendampingi para PKL Barito boyongan ke pasar Klitikan Penggaron, Jumat (2/2).. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Contributor : Andi Kaprabowo | Jum'at, 02 Februari 2018 16:41

Merdeka.com, Semarang - Pedagang Kaki Lima (PKL) Barito di Kelurahan Rejosari resmi boyongan atau pindah ke Pasar Klitikan Penggaron. Proses boyongan dilaksanakan serentak pada Jumat (2/2) pagi dan dipimpin oleh Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryati Rahayu.

Ratusan PKL Barito yang selama ini berada di bantaran sungai Banjir Kanal Timur (BKT) tepatnya di kelurahan Rejosari nantinya akan mulai menempati pasar baru itu.

Salah satu Pedagang Barito, Sukarjo, 43, mengatakan, dirinya mengaku sudah mendapatkan kunci kios dan segera akan memindahkan barang dagangannya. Pemindahan ini ditargetkan selesai hingga pertengahan bulan ini, karena barang dagangan yang dimiliki merupakan suku cadang bekas yang membutuhkan waktu.

"Adapun jumlah pedagang yang pindah dari PKL Barito di Kelurahan Rejosari ke Pasar Klitikan Penggaron, yakni 124 pedagang terdiri dariĀ  blok 1 sampai 6," kata dia.

Sukarjo menambahkan, pihaknya mengaku tidak keberatan dipindah dari lokasi itu, karena lokasi lama akan dibongkar untuk kepentingan normalisasi sungai BKT. "Kami tidak keberatan, apalagi kami sudah disediakan tempat baru oleh Pemkot Semarang," terangnya.

Pemindahan PKL Barito tersebut akhirnya terlaksana sehingga normalisasi sungai BKT akan segera dikebut pelaksanaannya. Untuk keperluan relokasi, Pemkot Semarang membangunkan lokasi baru yakni pasar klitikan yang lokasinya berdekatan dengan terminal Penggaron. Untuk pembangunan pasar klitikan itu, Pemkot Semarang menggelontor anggaran Rp16,6 miliar.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryati Rahayu juga meninjau secara detail bangunan Pasar Klitikan yang baru diresmikan tersebut. Dia mengatakan, masih ada beberapa bagian pasar baru tersebut yang harus dibenahi demi memberikan kenyamanan pada pedagang.

"Seperti akses bagi pedagang yang harus dilakukan pengerasan dan pavingisasi. Saya juga meminta agar sisa lahan di sebelah bangunan los pedagang dapat di maksimalkan dengan diratakan sehingga dapat digunakan untuk pembangunan kios tambahan bagi PKL Barito yang belum terakomodir," terang dia.

Hevearita berharap agar proses pemindahan PKL dapat dilaksanakan secepat mungkin sehingga pengerjaan normalisasi sungai BKT dapat dikebut Kontraktor pelaksana. "Supaya proyek normalisasi sungai BKT segera digarap karena ini memang mendesak," tegas dia.

Dalam kesempatan itu, Hevearita secara resmi mengganti sebutan pasar klitikan sebagai Pasar Barito Baru. Nama Pasar Barito Baru ini menggantikan nama sebelumnya yakni Pasar Klitikan Penggaron yang dikeluhkan para pedagang.

(NS) Laporan: Andi Kaprabowo
  1. Peristiwa
  2. Penataan Pedagang
  3. Pemkot Semarang
KOMENTAR ANDA