1. HOME
  2. KABAR SEMARANG

Kampanye PDIP Semarang Terbesar di Jawa Tengah

"Kepada semua kawan-kawan seperjuangan, saya hanya berharap agar kita jangan takabur hingga detik-detik terakhir, kita kawal TPS kita!"

Ketua PDI Perjuangan Kota Semarang Hendrar Prihadi saat menyampaikan orasi .. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Contributor : Andi Pujakesuma | Sabtu, 13 April 2019 17:47

Merdeka.com, Semarang - Kampanye Akbar PDI Perjuangan di Kota Semarang, Sabtu (13/4) disebut sebagai kampanye terbesar yang diselenggarakan oleh Partai Politik di Jawa Tengah. Kampanye yang dipusatkan di Sirkuit Mijen Kota Semarang itu juga sebagai kampanye paling akhir dilaksanakan di Jateng pada musim kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Puluhan ribu masa yang antusias mengikuti Kampanye Akbar PDI Perjuangan Kota Semarang diklaim sebagai puncak penegasan Kota Semarang dan Jateng sebagai 'Kandang Banteng.' "Saya mau ke sini di tengah perjalanan harus ganti naik motor, karena kita semua kader-kader banteng turun ke lapangan sehingga semua jalan di Semarang macet. Jadi kita tunggu saja kawan-kawan kita, insya Allah semuanya hari ini bisa berkumpul di sini," kata Ketua PDI Perjuangan Kota Semarang Hendrar Prihadi.

Apa yang disampaikan oleh Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, tersebut sekaligus untuk menenangkan puluhan ribu masa yang telah menunggu. Pasalnya, Kampanye Akbar PDI Perjuangan Kota Semarang yang semula dijadwalkan mulai pada pukul 14.00WIB, harus mengalami keterlambatan karena sejumlah tokoh PDI Perjuangan yang akan melakukan orasi kebangsaan belum berhasil memasuki arena kampanye. Alhasil, hingga pukul 15.00WIB orasi kebangsaan PDI Perjuangan belum dapat dimulai.

Adapun Hendi sebagai Ketua PDI Perjuangan Kota Semarang baru bisa naik ke atas panggung orasi sekitar pukul 15.30WIB. Dia lantas langsung menyapa puluhan ribu masa yang hadir. Hendi pun terpaksa memulai orasi kebangsaannya dengan kondisi puluhan ribu masyarakat serta sejumlah tokoh PDI Perjuangan lainnya masih tertahan di luar arena kampanye, dengan pertimbangan agar kegiatan tersebut dapat selesai tepat waktu.

Sebab, sesuai peraturan yang berlaku, Kampanye Terbuka hanya boleh dilakukan sampai batas waktu maksimal pukul 18.00. Dalam orasinya, Hendi menekankan agar para kader, simpatisan, dan relawan PDI Perjuangan tidak terlena sampai hari pencoblosan.

"Kepada semua kawan-kawan seperjuangan, saya hanya berharap agar kita jangan takabur hingga detik-detik terakhir, kita kawal TPS kita! Kita kawal suara kita di lingkungan masing-masing!" pinta politisi yang juga menjabat sebagai Wali Kota Semarang tersebut. "Jangan sampai suara hilang karena kita dicurangi! Ini tugas kita bersama, siap?" pekik Hendi yang langsung disambut teriakan 'siap' oleh puluhan ribu masa di hadapannya.

Selain orasi kebangsaan, kampanye akbar itu sendiri juga diramaikan oleh Irma Darmawangsa dan NDX a.k.a Familia. Hingga kegiatan tersebut berakhir pada pukul 17.30WIB, masih terlihat puluhan ribu masyarakat tertahan di sejumlah ruas jalan di sekitar Sirkuit Mijen Semarang dan tidak dapat masuk hingga ke depan panggung kampanye.

Bahkan NDX a.k.a Familia yang sejak semula digadang-gadang untuk mengisi acara puncak, akhirnya hanya berkesempatan menyanyikan empat lagu. Hal itu sesuai komitmen PDI Perjuangan Kota Semarang untuk menaati peraturan yang ada, yakni batasan waktu kampanye yang ditetapkan.

(NS) Laporan: Andi Pujakesuma
  1. Peristiwa
  2. Politik
KOMENTAR ANDA