1. HOME
  2. KABAR SEMARANG

Meriahkan HUT Kota Semarang, warga Gajahmungkur gelar lomba lari obor

"Asyiknya di situ, jadi tidak hanya adu cepat berlari, tapi juga strategi,"

Sejumlah peserta lomba lari obor estafet bersiap di belakang garis start menunggu aba-aba untuk mengikuti kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan HUT Kota Semarang.. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Contributor : Andi Kaprabowo | Selasa, 01 Mei 2018 13:10

Merdeka.com, Semarang - Ratusan warga Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang tumpah ruah di Taman Gajahmungkur untuk mengikuti lomba lari estafet dalam rangka menyambut hari jadi Kota Semarang ke-471, Senin (30/4) malam. Lomba lari obor estafet tersebut tergolong unik. Sebab, tak hanya adu cepat berlari, para peserta juga harus menjaga obor yang dibawanya agar tidak mati saat berlari.

Sebanyak 215 peserta yang dibagi dalam 43 tim di mana masing masing tim terdiri dari 5 orang berpartisipasi dalam lomba ini. Dalam lomba tersebut, setiap tim harus menyelesaikan 5 etape yang telah ditentukan dengan menempuh jarak 4,71 kilometer.

"Angka itu kami sesuaikan dengan HUT ke-471 Kota Semarang. Sebab, kegiatan ini dilakukan untuk memeriahkan Hari Jadi Kota ini," kata Camat Gajahmungkur, Bambang Pramusinto.

Bambang menerangkan, selain untuk menyemarakkan Hari Jadi Kota Semarang, lari obor estafet tersebut juga bermakna sebagai simbol semangat yang terus berkobar dalam meraih cita cita.

"Jadi filosofinya kalau lari obor ini merupakan simbol semangat dan kegigihan masyarakat Gajahmungkur. Selain itu, ini juga sebagai upaya melestarikan budaya, di mana warga dahulu saat berinteraksi di malam hari menggunakan obor untuk penerangan," terangnya.

Pada lomba lari obor tersebut, lanjut Bambang, panitia tidak membatasi usia. Terbukti, tak sedikit orang tua yang turut berpartisipasi dan tampak bersemangat mengikuti lomba.

Bagi peserta, lari sambil membawa obor memeiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Selain dituntut harus cepat dalam berlari peserta juga harus berkonsentrasi menjaga agar api terus menyala selama perlombaan.

"Sulitnya sih menjaga keseimbangan antara lari dan menjaga obor tidak padam. Asyiknya di situ, jadi tidak hanya adu cepat berlari, tapi juga strategi," kata salah satu peserta, Saifullah Fajri.

Peserta lain, Maryadi mengatakan, lari obor estafet yang digelar ini tak hanya sekedar menjadi lomba adu cepat mencapai garis finis. "Namun gelaran ini lebih sebagai upaya menumbuhkan rasa optimisme dan semangat warga seperti yang disimbolkan dalam nyala api obor," ucapnya.

(NS) Laporan: Andi Kaprabowo
  1. Peristiwa
  2. Pemkot Semarang
KOMENTAR ANDA