1. HOME
  2. KABAR SEMARANG

Wali Kota Hendi ajak Lansia bantu pembangunan kota

"Namun, Lansia juga bisa melakukan langkah-langkah nyata untuk Kota Semarang ini."

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bercengkrama dengan para Lansia dalam acara lomba senam Lansia di Balai Kota Semarang, Rabu (25/4).. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Contributor : Andi Kaprabowo | Rabu, 25 April 2018 17:08

Merdeka.com, Semarang - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mendorong para Lanjut Usia (lansia) di Kota Semarang agar selalu bahagia, sehat, segar dan selalu tetap produktif di usia senja. Hal itu disampaikan wali kota yang akrab disapa Hendi ini saat membuka “Senam Sehat Lansia” yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang dalam memeriahkan HUT Kota Semarang ke-471 di Balai Kota, Rabu (25/4).

“Salah satu pahlawan Lansia yang menginspirasi adalah DR Rajiman. Beliau adalah salah satu anggota BPUPKI berusia 66 tahun yang berperan di dalam proses kemerdekaan Indonesia. Beliau mempunyai karakter sabar karena terkenal sebagai penyeimbang di kalangan pemuda," kata Hendi.

Menurut dia, Lansia bukan berarti tidak bisa melakukan apa-apa atau hanya bisa melakukan kegiatan ceremonial yang tidak ada manfaatnya. "Namun, Lansia juga bisa melakukan langkah-langkah nyata untuk Kota Semarang ini. Khususnya dalam membantu pembangunan Kota yang mana ini melibatkan semua warga baik muda maupun para Lansia," tambahnya.

Untuk membangun Kota Semarang menjadi lebih baik, Hendi mengatakan jika tidak bisa hanya diharapkan dari Pemerintah serta pemuda saja. Para Lansia juga penting untuk membantu Kota Semarang supaya jadi lebih baik dan hebat. "Karena saya menyadari sekali peran bapak ibu sangat luar biasa. Jadi kami harap dukungan bapak ibu sekalian," pinta Hendi.

Pihaknya juga mengapresiasi kegiatan senam Lansia ini. Dengan kegiatan seperti ini, dapat mencegah dua hal yang sering melanda kaum Lansia, yaitu kesepian dan Post Power Syndrome. Peserta lomba senam ada 16 regu berasal dari lansia 16 Kecamatan se-Kota Semarang yang tergabung dalam wadah perkumpulan Kelompok Usia Lanjut (Poksila), masing-masing regu terdiri 5 orang.

Penilaian berdasar 4 indikator yaitu teknik gerak yang mencakup gerakan pemanasan, inti, gerakan transisi dan pendinginan. Indicator selanjutnya kekompakan, power, dan performance peserta. Tim juri berasal dari Komisi Daerah (Komda) Lansia dan Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kota Semarang.

(NS) Laporan: Andi Kaprabowo
  1. Peristiwa
  2. Pemkot Semarang
KOMENTAR ANDA