1. HOME
  2. KABAR SEMARANG

Harapan hidup warga Kota Semarang tertinggi di Indonesia

"Kesehatan menjadi salah satu komponen penting pembangunan manusia yang membutuhkan komitmen tinggi dalam pembangunannya,"

Wali Kota Hendi saat menerima penghargaan dari IndoHCF, Kamis (26/4) malam.. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Contributor : Andi Kaprabowo | Kamis, 26 April 2018 22:03

Merdeka.com, Semarang - Upaya yang dilakukan oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi melalui inovasi layanan kesehatan beberapa tahun terakhir membuahkan hasil positif. Hal itu terbukti dari data Badan Pusat Statistik (BPS), Angka Harapan Hidup (AHH) di Kota Semarang pada tahun 2017 adalah sebesar 77,21 tahun. Angka tersebut merupakan yang tertinggi di Indonesia.

Dari catatan tersebut, angka AHH Kota Semarang tahun 2017 sebesar 77,21 tahun melampaui capaian yang diperoleh daerah lain. Di Kota Yogyakarta misalnya, AHH di Kota Gudeg pada tahun yang sama mencapai 74,35 tahun, Kota Denpasar 74,17 tahun, Kota Surabaya 73,88 tahun, Kota Bandung 73,86 tahun, Kota Jakarta Selatan 73,84 tahun, Kota Medan 72,4 tahun, Kota Makassar dengan capaian 71,51 tahun.

Tingginya AHH di Kota Semarang juga menjadi kontribusi terbesar penyumbang capaian AHH pada tingkat Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2017 yang tercatat sebesar 74,08 tahun, serta AHH di tingkat nasional dengan capaian sebesar 71,06 tahun.

Raihan tinggi kota yang dinobatkan sebagai "Kota Paling Tangguh di Dunia" pada tahun 2016 dalam ajang 100 Resilient Cities tersebut dihasilkan oleh berbagai program layanan kesehatan gratis yang diberikan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang di bawah kepemimpinan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. Seperti layanan berobat gratis untuk semua warga dengan program Universal Health Coverage (UHC), layanan ambulance gratis 24 jam bernama Ambulance Hebat, hingga layanan konsultasi dokter gratis secara online melalui hotline 1500-132.

Atas suksesnya pembangunan kesehatan di Kota Semarang itu, berbagai apresiasi pun tertuju pada Wali Kota Semarang yang juga akrab disapa Hendi tersebut. Salah satunya datang dari Indonesia Healthcare Forum (IndoHCF), yang memberikan penghargaan dua kali berturut-turut pada tahun 2017 dan 2018.

Pada tahun 2018 ini, IndoHCF menobatkan Kota Semarang sebagai daerah dengan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) terbaik di Indonesia. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Hendi pada Malam Penganugerahan Indonesia Healtcare Forum Innovation Award 2018, di Fairmont Hotel, Jakarta, Kamis (26/4). Upaya Hendi yang menginisiasi program Gerakan Ibu dan Anak Sehat (GIAT) melalui deteksi dini kesehatan menjadi tolok ukur penting dalam penghargaan tersebut.

Terkait penghargaan tersebut, Hendi mengaku senang dan mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh IndoHCF. "Saya rasa apresiasi ini bukan hanya menjadi penambah motivasi kami, tetap juga daerah-daerah lain untuk dapat berkonsentrasi pada pembangunan kesehatan warganya. Kesehatan menjadi salah satu komponen penting pembangunan manusia yang membutuhkan komitmen tinggi dalam pembangunannya," kata pria yang juga merupakan politisi PDI Perjuangan itu.

Di sisi lain, perwakilan IndoHCF, DR. dr. Supriyantoro Sp.p, MARS menjelaskan, jika apresiasi yang diberikan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap perkembangan dunia kesehatan di Indonesia. "Kita harus memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah melakukan upaya inovasi di bidang kesehatan," ungkapnya.

(NS) Laporan: Andi Kaprabowo
  1. Peristiwa
  2. Pemkot Semarang
  3. Penghargaan
  4. Kesehatan
KOMENTAR ANDA