1. HOME
  2. KABAR SEMARANG

Meski kemarau, hujan diprediksi masih turun di Jateng

"Saat kemarau, curah hujan diprakirakan berada di bawah 150 mm per bulan,"

Ilustrasi hujan.. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Contributor : Andi Pujakesuma | Minggu, 20 Mei 2018 15:27

Merdeka.com, Semarang - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Semarang memprakirakan hujan masih akan terjadi di sejumlah wilayah di Jawa Tengah. Meskipun saat ini telah memasuki musim kemarau, namun prediksi hujan tersebut masih akan turun di sejumlah titik.

Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Semarang Iis Widya Harmoko mengatakan, meski telah memasuki kemarau, hujan masih tetap dimungkinkan terjadi.

Dia menyebutkan, penyebab masih adanya kemungkinan hujan disebabkan adanya pertemuan massa udara yang membawa uap air dari perairan NTT dan bagian utara Papua. "Ada pertemuan massa udara di wilayah perairan pasifik," katanya.

Sementara jika dilihat dari grafis prakiraan cuaca, kata dia, hujan masih mungkin terjadi saat kemarau dengan curah dibawah 50 mm. "Curah hujan pada dasarian pertama kemarau, berada di bawah 50 mm," terangnya.

Jumlah tersebut, lanjut Iis, akan terus turun hingga mencapai puncak musim kemarau. "Saat kemarau, curah hujan diprakirakan berada di bawah 150 mm per bulan," tambah dia.

Adapun musim kemarau, kata dia, diprakirakan berlangsung hingga Oktober 2018. Musim hujan diprakirakan baru akan mulai terjadi pada November atau dasarian ke-32 pada tahun ini.

(NS) Laporan: Andi Pujakesuma
  1. Peristiwa
KOMENTAR ANDA