1. HOME
  2. KABAR SEMARANG

NUDC 2018, puluhan tim perguruan tinggi se-Jateng saling adu kemampuan terbaik

Dari debat itu, nantinya akan diambil sembilan tim terbaik yang akan ditandingkan di tingkat nasional.

Para peserta NUDC 2018 saling beradu untuk menjadi yang terbaik dan lolos mewakili Jawa Tengah di tingkat nasional.. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Contributor : Andi Kaprabowo | Jum'at, 06 Juli 2018 16:03

Merdeka.com, Semarang - Sebanyak 32 tim dari perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di lingkungan Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah saling beradu kemampuan dalam kompetisi debat berbahasa Inggris atau pada ajang National University Debating Championship (NUDC) 2018. Kegiatan itu digelar di Kampus Universitas Dian Nuswantoro Semarang (Udinus) sejak Kamis-Sabtu (5-7) Juli 2018.

Sekretaris Pelaksana Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah, Amsar mengatakan, kompetisi ini digelar untuk meningkatkan kualitas berbahasa Inggris dari para mahasiswa. Sehingga, mereka nantinya akan memiliki daya saing tinggi saat terjun ke dunia kerja. "Bahasa Inggris ini kan bahasa internasional, jadi kami terus mendorong agar Bahasa Inggris dikuasai oleh generasi muda, khususnya mahasiswa," kata dia.

Amsar menambahkan, NUDC adalah salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kompetensi Bahasa Inggris di kalangan mahasiswa. Dan ternyata, kegiatan ini disambut antusias oleh perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Jawa Tengah.

"Tercatat ada 32 tim dari enam perguruan tinggi negeri dan 26 perguruan tinggi swasta yang berpartisipasi dalam ajang ini. Persaingan akan sangat ketat mengingat masing-masing tim pastinya akan menampilkan debat secara maksimal," terangnya.

Dari debat itu, lanjut Amsar, nantinya akan diambil sembilan tim terbaik yang akan ditandingkan di tingkat nasional. Pihaknya berharap, ajang debat Bahasa Inggris ini dapat dipilih tim terbaik yang akan mewakili Jawa Tengah di tingkat nasional.

Sementara terkait penilaian, salah satu juri, Nur Rifai Akhsan mengatakan jika penilaian meliputi beberapa penguasaan kalimat hingga gaya gerak tubuh masing-masing tim. "Nantinya setiap perdebatan ada dua tim yang saling beradu, mereka harus menyampaikan materi debat, mempertahankan isi debat dan cara penyampaian materi juga akan masuk penilaian," ucapnya.

(NS) Laporan: Andi Kaprabowo
  1. Peristiwa
  2. Pendidikan
KOMENTAR ANDA