1. HOME
  2. KABAR SEMARANG

Pilgub Jateng 2018, ini pesan Wali Kota Hendi

"Saya pesan, sing menang ojo umuk, sing kalah ojo ngamuk (yang menang jangan congkak, yang kalah jangan marah),"

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Contributor : Andi Kaprabowo | Rabu, 27 Juni 2018 16:51

Merdeka.com, Semarang - Proses pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah (Pilgub Jateng) 2018 berlangsung kondusif, Rabu (27/6). Di Kota Semarang, masyarakat begitu antusias mengikuti gelaran pesta demokrasi tersebut.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yakin tingkat partisipasi masyarakat pada Pemilihan Gubernur Jateng 2018 di kota ini dapat mencapai 75%. Dia berharap pemilihan berjalan lancar tidak ada provokator yang ingin membuat situasi tidak kondusif.

Hal itu dikatakan Hendi, panggilan akrab Hendrar Prihadi saat melakukan pemantauan di sejumlah TPS di Kota Semarang. Saat proses pemilihan berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB, tingkat partisipasi masyarakat di beberapa TPS yang ditinjaunya rata-rata sudah mencapai 50%.

"Harapannya pemilihan gubernur Jateng khususnya di Kota Semarang ini akan berjalan dengan lancar dan baik. Saya optimistis tingkat partisipasi masyarakat akan tinggi dan sesuai harapan, yakni mencapai 70-75%," kata Hendi.

Hendi meminta semua masyarakat untuk saling menghormati dan menghargai apapun hasil dari Pilgub Jateng 2018 nanti. Karena siapapun yang akan terpilih adalah saudara sendiri yang akan memimpin Jawa Tengah selama lima tahun ke depan.

"Saya pesan, sing menang ojo umuk, sing kalah ojo ngamuk (yang menang jangan congkak, yang kalah jangan marah)," ucapnya.

Terkait TPS yang potensi rawan konflik di Kota Semarang, dia juga memastikan tidak ada. Asalkan proses pemilihan berjalan sesuai aturan dia memastikan semuanya akan berjalan baik.

"Kami cek hari ini semuanya berjalan baik, mulai dari logistiknya, kotak suaranya yang masih tersegel, dan pencoblosan yang berjalan lancar," katanya.

Selain itu, dia juga memastikan pemilihan akan berjalan lancar, asalkan tidak ada provokasi yang memiliki rencana untuk membuat situasi Kota Semarang tidak kondusif.

"Mudah-mudahan tidak ada provokator-provokator yang mencoba membuat situasi Semarang menjadi tidak kondusif," pungkasnya.

(NS) Laporan: Andi Kaprabowo
  1. Peristiwa
  2. Pemkot Semarang
KOMENTAR ANDA