1. HOME
  2. KABAR SEMARANG

Sukses gelar MXGP, Hendi ajukan Semarang jadi tuan rumah MotoGP

"Saya ingin semuanya matang, kami ajukan dulu sirkuit aspal yang kami miliki ini memadai atau tidak kepada FIM,"

Aksi peserta MXGP seri ke-13 Kota Semarang berhasil memukau ribuan penonton, Minggu (8/7). Foto/Humas Pemkot Semarang. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Contributor : Andi Kaprabowo | Minggu, 08 Juli 2018 19:40

Merdeka.com, Semarang - Penyelenggaraan MXGP Seri ke-13 di Kota Semarang yang dihelat pada tanggal 6-8 Juli 2018 sukses digelar. Penonton gelaran balap internasional motocross yang pertama kali digelar di Kota Semarang itu membludak.

Terlihat lebih dari 70 ribu penonton memadati arena sirkuit motocross di kawasan Mijen tersebut. Jumlah itu lebih banyak dari prediksi awal penyelenggara yang hanya menargetkan sekitar 50 ribu penonton.

Apresiasi pun datang dari berbagai pihak, baik dari Ikatan Motor Indonesia (IMI) ataupun juga dari federasi olahraga motor dunia Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM) atas komitmen Kota Semarang dalam penyelenggaraan kegiatan balap motor bertaraf internasional itu.

Tak ingin kehilangan momentum, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi langsung mengajukan Kota Semarang untuk dapat dipertimbangkan sebagai tuan rumah balapan motor aspal MotoGP yang juga berada di bawah naungan FIM. Hal tersebut tersirat dari perkataan Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang itu saat memberikan sambutan dalam seremoni pembukaan MXGP di Kota Semarang, Minggu (8/7).

"Perlu kami sampaikan bahwa di seberang sirkuit motocross ini, kami sedang membangun sirkuit track aspal yang siap untuk menggelar balapan internasional," kata dia di hadapan perwakilan FIM, IMI, dan seluruh tim pabrikan.

Ketika ditanya lebih jauh, apakah balapan motor aspal internasional yang dimaksudnya adalah MotoGP, Hendi tampak belum ingin mengungkapkan secara spesifik. "Diskusi saya kepada ketua IMI dan FIM adalah bahwa Semarang punya sirkuit aspal kelas internasional, sehingga kami berharap juga bisa ditunjuk sebagai tuan rumah event balap motor aspal internasional," tuturnya.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyerahkan piala kepada pemenang MXGP seri ke-13 Kota Semarang, Minggu (8/7).
© 2018 semarang.merdeka.com/Humas Pemkot Semarang

Keberadaan sirkuit aspal tersebut, lanjut Hendi, sangat memungkinkan untuk gelaran MotoGP. "Saya ingin semuanya matang, kami ajukan dulu sirkuit aspal yang kami miliki ini memadai atau tidak kepada FIM, baru nanti kita bisa bicara lebih lanjut," tegas Hendi.

Namun demikian, Hendi belum ingin mengungkap secara spesifik, sulit untuk tak merujuk balapan aspal yang dimaksudnya adalah MotoGP. Pasalnya MotoGP saat ini sedang dalam proses penambahan seri balapan dari yang semula 18 menjadi 20.

Seri ke-19 sendiri secara resmi telah menjadi milik Thailand dengan ditunjuknya sirkuit Buriram sebagai salah satu tuan rumah MotoGP mulai tahun 2018 ini. Indonesia sendiri berpeluang besar mengisi slot ke-20 setelah Dorna Sport (penyelenggara MotoGP) dalam berbagai kesempatan mengatakan bahwa Indonesia diprioritaskan untuk menjadi salah satu destinasi dalam kejuaraan MotoGP.

Bagi Kota Semarang sendiri, ditunjuk sebagai tuan rumah MotoGP bukanlah pekerjaan mudah. Namun optimisme muncul melihat dari berbagai daerah yang menyatakan minatnya untuk menjadi tuan rumah MotoGP seperti Sentul (Bogor), Jakabaring (Palembang), Mandalika (NTB), serta Lido (Sukabumi), barulah Sirkuit Sentul Bogor dan Sirkuit Mijen Semarang yang siap secara fisik.

Peluang sirkuit balap internasional di Mijen Kota Semarang pun semakin besar. Mengingat bila dibandingkan dengan Sirkuit Sentul yang dikelola oleh swasta, Sirkuit Mijen yang dikelola oleh Pemerintah Daerah memudahkan Pemerintah Pusat untuk memberikan dukungan guna penyelenggaraan MotoGP di Indonesia.

Faktor ini bisa menjadi penentu Kota Semarang menjadi tuan rumah MotoGP, lantaran Sirkuit Sentul yang dikelola oleh pihak swasta tidak bisa menerima bantuan dana langsung dari APBN.

(NS) Laporan: Andi Kaprabowo
  1. Peristiwa
  2. Olahraga
  3. Pemkot Semarang
KOMENTAR ANDA