1. HOME
  2. KABAR SEMARANG

Angka kematian ibu dan anak di Kota Semarang turun signifikan

"Tidak hanya Pemkot Semarang, keterlibatan Penggerak PKK, Dharma Wanita dan tenaga kesehatan juga sangatlah besar..."

Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryati Rahayu menggendong bayi saat acara lomba balita sehat, belum lama ini.. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Contributor : Andi Kaprabowo | Jum'at, 06 April 2018 16:16

Merdeka.com, Semarang - Angka kematian ibu melahirkan dan anak di Kota Semarang mengalami penurunan yang cukup signifikan. Tercatat, penurunan angka tersebut mencapai 30%.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Widoyono mengatakan, dari 35 ibu yang meninggal saat melahirkan pada 2015, tahun ini menurun hingga 23 ibu saja. Tahun 2015, Kota Semarang menjadi kota keempat tertinggi yang paling banyak terjadi kematian Ibu dan anak.

"Tahun 2015, ada 35 Ibu yang meninggal saat proses melahirkan, tahun 2016 berkurang menjadi 32, dan tahun 2017 turun signifikan hingga 23 kasus kematian. Untuk ukuran Kota Semarang, angka kematian sangat rendah yakni 88,58% per 100 ribu kelahiran hidup," terang Widoyono.

Penurunan angka kematian ibu dan anak itu, lanjut dia, tidak lepas dari upaya Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Kesehatan Kota Semarang untuk menekan angka kematian Ibu dan anak.

"Selama ini, Dinas Kesehatan menggandeng berbagai instansi, seperti rumah sakit, Penggerak PKK, Forum Kota Sehat hingga IBI atau Ikatan Bidan Indonesia," terangnya.

Berbagai upaya yang dilakukan, kata dia, dimulai dari masyarakat, menggandeng penggerak PKK untuk mendidik ibu hamil, menggelar kelas ibu hamil dan sebagainya.

"Kami juga merekrut satu petugas per kelurahan untuk mendampingi ibu hamil. Selain itu ada Forum Kota Sehat, dan lain sebagainya," lanjutnya.

Tak hanya itu, Dinas Kesehatan juga bekerjasama dengan Ikatan Bidan Indonesia dan Rumah Sakit. "Bidan itu, kalau ada kesalahan pasti kena sanksi, disuruh sekolah lagi, magang, dicabut izinnya. Kalau rumah sakit, kalau ada kesalahan karena kematian pasti ditegur, jadi kita awasi betul-betul," katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengaku berkurangnya angka kematian ibu dan anak tak lepas dari peran berbagai dinas dan instansi terkait.

"Tidak hanya Pemkot Semarang, keterlibatan Penggerak PKK, Dharma Wanita dan tenaga kesehatan juga sangatlah besar dalam upaya menekan angka kematian ibu dan anak ini. Mereka terjun langsung kemasyarakat dan memonitoring," kata dia.

Bagusnya, lanjut Hevearita, di Semarang semua saling bersinergi, saling mengawasi. Seperti pengawasan penggerak PKK terhadap ibu yang hamil di usia terlalu muda dan usia kehamilan terlalu tua, hamil dengan jarak anak kurang dari dua tahun juga beresiko, kami dorong mereka untuk KB.

(NS) Laporan: Andi Kaprabowo
  1. Kesehatan
  2. Pemkot Semarang
KOMENTAR ANDA