1. HOME
  2. KABAR SEMARANG

Hendi beri bonus atlet peraih medali Asian Games asal Semarang

"Jangan dinilai dari jumlahnya melainkan perhatian dari pemerintah,”

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memberikan bonus kepada sejumlah atlet Asian Games 2018 asal Kota Semarang.. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Contributor : Andi Pujakesuma | Rabu, 12 September 2018 17:41

Merdeka.com, Semarang - Torehan prestasi Indonesia pada ajang Asian Games 2018 lalu masih menimbulkan euforia. Perolehan medali di peringkat 4 tingkat Asia ini benar-benar menjadi catatan sejarah negara Indonesia. Rasa nasioanlisme masyarakat kian meningkat apalagi bagi para atlet yang berlaga di berbagai arena olah raga.

Tak bisa dipungkiri ajang olah raga kali ini menjadi ladang rezeki bagi para atlet. Peningkatan jumlah bonus yang diperoleh tak tanggung-tanggung yaitu Rp1,5 miliar untuk peraih medali emas, Rp500 juta untuk peraih medali perak, Rp250 juta untuk peraih medali perunggu, serta diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan diberi rumah.

Tak hanya itu, para atlet juga memperoleh tambahan bonus dari pemerintah provinsi dan kota masing-masing. Seperti yang diterima Wishnu Pratomo atlet asal Kota Semarang peraih medali emas untuk cabang olah raga Paralayang ini.

Atlet asal Kota Semarang itu mendapat bonus dari Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Hendi, panggilan akrab Hendrar Prihadi menghadiahinya uang tunai sebesar Rp75 juta.

“Ini sesuai dari arahan Bapak Presiden dan Bapak Gubernur untuk memberikan bonus apresiasi atau tanda cinta pemerintah kepada warga Semarang yang ikut berpartisipasi mengharumkan negara pada ajang Asian Games kemarin. Jangan dinilai dari jumlahnya melainkan perhatian dari pemerintah,” ujar Hendi, Rabu (12/9).

Hendi memberikan tambahan bonus sebesar Rp75 juta rupiah bagi peraih medali emas, Rp25 juta bagi peraih medali perunggu, serta Rp5 juta rupiah bagi pelatih dan atlet yang belum berhasil memperoleh medali.

Pada kesempatan itu, Hendi menilai perlu dilakukan evaluasi terhadap pola pembinaan atlet di Kota Semarang maupun di Indonesia.

“Meskipun saat ini kemajuannya sangat pesat tetapi tetap tolok ukurnya adalah pertandingan-pertandingan resmi baik tingkat nasional maupun internasional. Seperti halnya sepak bola saat ini yang sudah kian meningkat,” tuturnya.

Selain itu, kondisi di lapangan tiap wilayah itu berbeda, seperti pelatihan, ketersediaan sarana dan prasarana, serta pendukung lain.

“Harapannya, para atlet bisa secara konsisten berprestasi membela daerahnya. Tiap daerah juga saling support bukannya menawarkan atlet untuk membela daerah lain,” tambahnya.

Dirinya secara internal akan melakukan evaluasi berupa peningkatan sarana prasarana seperti GOR Trilombajuang, Stadion Citarum, dan Stadion Manunggal Jati.

“Selebihnya kita akan berkolaborasi dengan intansi lain seperti Kodam IV Diponegoro untuk tempat menembak, Unnes untuk olah raga senam dan sebagainya. Ini merupakan bagian dari konsep bergerak bersama yang ujung-ujungnya dapat menghasilkan atlet-atlet yang dapat mengharumkan Kota Semarang, Jawa tengah, dan Indonesia,” pungkasnya.

Pada penyerahan bonus tersebut, turut hadir sejumlah atlet, seperti Wishnu Pratomo atlet paralayang, Dewi setyaningsih atlet loncat indah, Inge Indah Wijayantri atlet bola tangan, Hartati atlet renang, Kamto atlet bridge, Satria Bagus Laksana atlet squash, serta sejumlah pelatih.

(NS) Laporan: Andi Pujakesuma
  1. Peristiwa
  2. Olahraga
  3. Pemkot Semarang
KOMENTAR ANDA