1. HOME
  2. KABAR SEMARANG

Ngeyel bertahan, PKL Barito ditertibkan

"Kami sudah sampaikan lewat surat edaran dan memberikan waktu sampai 20 Februari."

Sejumlah PKL Barito terpaksa ditertibkan karena ngeyel bertahan di lokasi.. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Contributor : Andi Kaprabowo | Rabu, 21 Februari 2018 17:50

Merdeka.com, Semarang - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melakukan penertiban terhadap sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di Barito Kelurahan Rejosari Kecamatan Semarang Timur, Rabu (21/2). Penertiban dilakukan karena sebagian pedagang masih ngeyel bertahan di lokasi itu. Padahal, Pemkot Semarang sudah menyediakan tempat relokasi di Pasar Klitikan atau yang sekarang dikenal dengan sebutan Pasar Barito Baru.

Penertiban dilakukan oleh sejumlah personel gabungan dari Dinas Perdagangan Kota Semarang, Satpol PP dan aparat Kepolisian. Menggunakan alat berupa tang, martil dan linggis, petugas membongkar kios PKL yang masih ada di lokasi itu.

Di tengah upaya pembongkaran, beberapa pedagang sempat melakukan protes. Mereka menolak dan menghalangi petugas yang akan membongkar dan mengeluarkan barang dagangan dari dalam kios. Namun setelah diberi pengertian dan dialog, akhirnya petugas meminta sebagian pedagang membongkar sendiri.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto memberikan waktu kepada sebagian PKL untuk membongkar sendiri kiosnya sampai akhir Februari ini. "Saya tunda sementara dan saya pastikan pada 1 Maret mendatang, kami akan datang lagi dan langsung bongkar semua kios PKL di Kelurahan Rejosari," katanya.

Sebenarnya, lanjutnya, Dinas Perdagangan sudah memberikan waktu yang cukup kepada pedagang untuk membongkar sendiri kiosnya. Bahkan, Dinas Perdagangan juga sudah memfasilitasi pedagang untuk boyongan ke Pasar Barito Baru.

"Kami sudah sampaikan lewat surat edaran dan memberikan waktu sampai 20 Februari. Apabila tidak dibongkar, maka kami akan melakukan pembongkaran bersama Satpol PP dan Kepolisian. Itu yang tetap belum dibongkar karena memang tidak pernah mengikuti pertemuan," paparnya.

Fajar mengakui, jika area Pasar Barito Baru yang diperuntukkan bagi PKL Rejosari belum diperbaiki. Alasannya, untuk melakukan perbaikan itu baik berupa aspal maupun paving, butuh anggaran dan waktu yang lama. "Kalau nunggu diaspal, itu tidak mungkin. Minggu akhir Februari ini proyek normalisasi sungai Banjir Kanal Timur (BKT) sudah dikerjakan," paparnya.

Di samping itu, pihaknya juga dikejar jadwal. Pembangunan dan normalisasi sungai BKT akan dimulai akhir Februari ini. Sehingga, Dinas Perdagangan diberi waktu sampai April mendatang untuk bisa memindahkan seluruh PKL dari bantaran sungai BKT.

"Secara bertahap kami pindahkan semua PKL. Saat ini jadwalnya, PKL Kelurahan Rejosari dan Sawah Besar. Selanjutnya PKL dari Kelurahan lainnya," katanya.

Salah satu pedagang, Dedi M mengatakan, pihaknya meminta agar Dinas Perdagangan tidak melakuka pembongkaran. Sebab, pedagang nantinya juga akan membongkar kiosnya dan pindah ke pasar baru. "Apalagi di pasar baru pembangunannya belum selesai, jadi kami juga masih menunggu," ucapnya.

Pihaknya meminta dinas terkait menyelesaikan tempat relokasi terlebih dahulu. Sebab sampai saat ini, lokasinya belum layak. "Masih tanah dan becek banyak airnya. Kalau sudah diperbaiki, kami akan pindah sendiri," ungkapnya.

(NS) Laporan: Andi Kaprabowo
  1. Peristiwa
  2. Penataan Pedagang
  3. Pemkot Semarang
KOMENTAR ANDA