1. HOME
  2. KABAR SEMARANG

Tahun ini, proyek SORR kembali dikebut

"Januari ini semoga bisa dimulai pembayaran lagi. Kemudian dilanjutkan Februari mulai seterusnya."

SORR. Foto/istimewa. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Contributor : Andi Pujakesuma | Selasa, 16 Januari 2018 17:10

Merdeka.com, Semarang - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus mengebut pembangunan proyek Semarang Outer Ring Road (SORR) yang menghubungkan Mangkang-Mijen dan Mangkang-Arteri Yos Sudarso. Tahun ini, proyek pembangunan tersebut kembali dikebut agar cepat selesai.

Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang sampai saat ini masih menunggu aliran dan untuk penyelesaian pembebasan lahan pada pembangunan Semarang Outer Ring Road (SORR) selatan yang menghubungkan Mangkang dengan Mijen, Kota Semarang.

Hingga saat ini, dari tiga kelurahan yang dilalui pembangunan jalan antara Mangkang-Mijen dengan panjang 10,5 kilometer tersebut, baru terbebaskan 9 bidang saja pada akhir 2017 lalu. Rencananya, BPN akan memulai pembayaran lagi pada Januari ini.

"Januari ini semoga bisa dimulai pembayaran lagi. Kemudian dilanjutkan Februari mulai seterusnya. Saat ini kami masih menunggu kesiapan dana dari Pemerintah Kota Semarang," kata Kepala BPN Kota Semarang, Sriyono, Selasa (16/1).

Sriyono mengatakan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi terhadap seluruh warga terdampak pembangunan jalan SORR tersebut. Pengumpulan data meliputi lahan terdampak hingga bangunan dan tanaman juga sudah dilakukan jauh-jauh hari.

"Selanjutnya, dari data tersebut dilakukan appraisal untuk menentukan besar kecilnya ganti rugi yang diberikan kepada warga. Sembari menunggu kesiapan dana dari Pemkot Semarang untuk dibayarkan," bebernya.

Untuk saat ini, pihaknya masih fokus dalam pengerjaan SORR Mangkang-Mijen. Proses pembebasan sudah selesai, hanya tinggal pelunasan. "Tinggal bayar saja. Baru setelah ini selesai, baru mengurusi SORR utara yaitu Mangkang-Arteri Yos Sudarso," paparnya.

Sementara untuk SORR utara yang menghubungkan Mangkang dengan arteri Yos Sudarso, lanjut dia, pihaknya sudah menginventarisir lahan yang akan dibebaskan. "Nanti kalau Pemkot sudah siap dananya, kami tawarkan kepada warga. Jika sepakat, kami bayarkan," ucapnya.

Pembangunan SORR Mangkang-Mijen dan SORR Mangkang-Arteri Yos Sudarso, menjadi satu diantara sekian fokus pembangunan infrastruktur pada 2018 oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang.

Kepala DPU Kota Semarang, Iswar Aminuddin mengungkapkan, ada di dua sektor yang menjadi fokus pembangunan pada tahun ini yaitu infrastruktur di kawasan pinggiran dan penataan tengah kota. "Pembangunan infrastruktur di pinggiran ini di antaranya outer ring road yang pada tahun ini sudah mulai didorong agar terealisasi. Outer ring road ini baik yang Mangkang-Mijen maupun Mangkang-Arteri," katanya.

Untuk pembangunan indrastruktur di tengah kota, lanjutnya, melalui penghijauan dan penambahan keindahan jalan-jalan protokol. Rencana penghijauan di beberapa ruas jalan dilakukan lantaran Kota Semarang memiliki cuaca yang panas sebagai kota pesisir. Sehingga, diharapkan dapat sedikit teratasi dengan adanya beberapa pohon peneduh.

"Selain itu juga penambahan infrastruktur yang bersifat atraktir seperti water fountain atau air mancur di jembatan Banjir Kanal Barat mengadopsi gaya dari negara korea sehingga menambah ikonik," tuturnya.

Untuk pembangunan infrastruktur selama 2018 ini, Iswar menganggarkan sekitar Rp 684 miliar untuk melaksanakan lebih dari 80 paket pekerjaan pembangunan fisik. Saat ini, beberapa proyek yang akan dikerjakan sudah diajukan ke Unit Layanan Pengadaan (ULP) untuk dilakukan lelang.

(NS) Laporan: Andi Pujakesuma
  1. Infrastruktur
  2. Pemkot Semarang
KOMENTAR ANDA