1. HOME
  2. KABAR SEMARANG

Wali Kota Hendi perkenalkan motor listrik asli buatan Semarang

"Ini buatan Kota Semarang lho. Nggak ada suaranya kan? Ini pakai listrik jadi nggak ada asapnya juga,"

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengendarai sepeda motor listrik buatan Kota Semarang untuk menuju kantornya, Jumat (10/8).. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Contributor : Andi Kaprabowo | Jum'at, 10 Agustus 2018 16:21

Merdeka.com, Semarang - Ada yang tak biasa dilakukan oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat datang ke kantornya di Jalan Pemuda nomor 148 Kota Semarang, Jumat (10/8). Hendi, panggilan akrab Hendrar Prihadi datang ke kantor dengan mengendarai sebuah sepeda motor.

Padahal, biasanya pada setiap hari Jumat yang sering kali berangkat ke kantor menggunakan sepeda. Namun begitu, hal tersebut bukan berarti mengurangi semangatnya untuk mengkampanyekan pengurangan emisi gas buang kendaraan bermotor.

Pasalnya, sepeda motor yang dikendarainya merupakan sepeda motor listrik yang tidak memproduksi emisi gas buang seperti sepeda motor konvensional. Menariknya lagi, sepeda motor listrik tersebut diperkenalkan oleh Hendi tersebut sebagai produk sepeda motor listrik asli buatan Kota Semarang.

"Ini buatan Kota Semarang lho. Nggak ada suaranya kan? Ini pakai listrik jadi nggak ada asapnya juga," kata dia kepada para PNS di lingkungan Pemkot Semarang yang menyambutnya.

Motor listrik yang diperkenalkan oleh Wali Kota Hendi
© 2018 semarang.merdeka.com/Istimewa

Hendi mengaku memperkenalkan motor listrik buatan Kota Semarang tersebut sebagai bagian dari upaya mendorong pengurangan emisi gas buang yang ada di Kota Semarang. Setelah sebelumnya mendorong perubahan transportasi umum Bus Trans Semarang menjadi berbahan bakar gas, serta mengusahakan pembangunan transportasi alternatif Monorel di Kota Semarang, penggunaan sepeda motor listrik ini disebutnya juga sebagai solusi permasalahan polusi di Kota Semarang.

Sepeda motor listrik buatan Kota Semarang tersebut telah diproduksi secara masal oleh Viar Motor Indonesia yang merupakan produsen motor pabrikan asal Kota Semarang. "Sehingga sepeda motor listrik dengan seri Q1 tersebut pun sudah dapat dibeli dan digunakan secara masal oleh masyarakat Kota Semarang," terangnya.

Dengan menggunakan baterai jenis Lithuium-ion maintence free yang mempunyai spesifikasi 60v20AH, kapasitas maksimum untuk daya listrik sepeda motor Q1 ini yakni 2 kWh dengan estimasi pengisian penuh memerlukan waktu selama kurang lebih 5 hingga 7 jam. Dan untuk pengisiannya sendiri dapat menggunakan charger dengan spesifikasi 220 volt berfrekuensi 50 Hz.

Hendi menjelaskan jika sepeda motor listrik Q1 buatan Kota Semarang tersebut mampu menempuh jarak hingga 60 kilometer dalam sekali pengisian. Q1 juga dapat menempuh jarak hingga 30 kilometer dalam setiap 1 kWh.

"Maka dengan tarif listrik per kWh sekitar Rp 1467,28, dapat disimpulkan bila Q1 tak hanya mengurangi emisi gas buang, tetapi juga lebih irit bila dibandingkan dengan sepeda motor biasanya," tambahnya.

Dia berharap produk inovatif ini diterima antusias oleh masyarakat. Sehingga semua dapat bergerak bersama mengatasi permasalahan polusi udara yang ditimbulkan oleh emisi gas buang di Kota Semarang. "Apalagi produk ini adalah buatan Kota Semarang yang harus bersama-sama kita dukung juga," kata Hendi yang juga politisi PDI Perjuangan tersebut.

(NS) Laporan: Andi Kaprabowo
  1. Peristiwa
  2. Pemkot Semarang
KOMENTAR ANDA