1. HOME
  2. KABAR SEMARANG

Antisipasi rob dan banjir di Kota Lama, Taman Bubakan disulap jadi polder

"Saat ini sedang revisi lagi untuk mendapatkan desain yang bagus dan menarik serta bisa dinikmati warga."

Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryati Rahayu. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Contributor : Andi Kaprabowo | Kamis, 28 Juni 2018 14:48

Merdeka.com, Semarang - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus kejar target menyelesaikan revitalisasi kawasan Kota Lama. Tak hanya fokus pada pembenahan bangunan, persoalan rob dan banjir yang kerap melanda kawasan itu juga menjadi hal yang diperhatikan.

Untuk mengatasi persoalan itu, Pemkot Semarang sudah memiliki cara jitu. Nantinya, di sekitar kawasan Kota Lama akan dibangun polder tepatnya di Taman Bubakan. Lokasi yang semula berupa taman itu nantinya diubah menjadi polder sekaligus ruang terbuka hijau untuk aktivitas warga.

Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang yang juga Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, pembangunan polder mini di Taman Bubakan tersebut pada prinsipnya berjalan lancar. Hanya saja, ada perubahan desain polder yang saat ini masih direvisi.

"Saat ini sedang revisi lagi untuk mendapatkan desain yang bagus dan menarik serta bisa dinikmati warga. Menteri PUPR menghendaki nantinya harus bagus dan berbeda dengan yang ada saat ini," kata dia, Kamis (28/6).

Nantinya, Taman Bubakan disulap menjadi polder untuk menampung air di sekitar Bubakan dan akan dialirkan ke Sungai Semarang. Di atas polder, didesain menjadi ruang terbuka semacam landmark yang bisa dibuat untuk sekadar duduk-duduk menikmati polder dan aktivitas lain. Dengan landmark tersebut, nantinya tidak menampakkan adanya polder di bawahnya.

Terkait kemajuan pembangunan polder, Hevearita menyebutkan, saat ini berjalan sekitar 15%. Di polder tersebut, sedang dilakukan pemasangan tiang pancang yang merupakan penguat bagian bawah landmark taman dan polder.

Dari total kebutuhan 220 tiang pancang yang akan dipasang di berbagai titik, baru 20 titik yang terpasang. Kendati demikian, untuk kebutuhan material sebenarnya sudah tersedia hanya tinggal pemasangan saja.

"Dalam satu hari bisa memasang tiang pancang maksimal 15 titik. Untuk struktur memang bisa lebih cepat, tapi arsitekturnya yang lebih lama," paparnya.

Polder mini di Bubakan ini, katanya, untuk membantu menanggulangi rob dan banjir seiring dengan revitalisasi yang membuat kawasan akan semakin cantik dan indah untuk pariwisata. Selain di Bubakan, polder mini juga akan dibangun di sekitar Jembatan Berok.

Proyek pembangunan dan revitalisasi kawasan Kota Lama Semarang dikerjakan dengan bantuan dana dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sekitar Rp 156 miliar yang dimulai 2017 lalu. Menteri PUPR kemudian menambah bantuan dana Rp 30 miliar agar revitalisasi semakin maksimal.

"Sementara untuk progres pembangunan Kota Lama Semarang secara keseluruhan, saat ini masih pengerjaan jalan dengan pemasangan ducting untuk menempatkan jaringan kabel dari berbagai instansi di antaranya Telkom, PLN, dan lainnya," pungkasnya.

(NS) Laporan: Andi Kaprabowo
  1. Infrastruktur
  2. Pemkot Semarang
KOMENTAR ANDA