1. HOME
  2. KABAR SEMARANG

Perangi Narkoba, Hendi dan BNNP Jateng Luncurkan Gerakan Kampung Bersinar

"Adanya gerakan ini, menunjukkan bagaimana pemberdayaan masyarakat dapat digunakan sebagai prioritas pembangunan ke depan,"

Wali Kota Hendi memberikan arahan dalam acara peluncuran program Kampung Bersinar, Jumat (22/3).. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Contributor : Andi Pujakesuma | Jum'at, 22 Maret 2019 18:27

Merdeka.com, Semarang - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng meluncurkan sebuah gerakan pencegahan peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba) bernama program Kampung Bersinar, Jumat (22/3). Kampung Bersinar merupakan akronim dari Bersih Narkoba di Kota Semarang.

Bersama BNNP Jateng dan para pemangku kepentingan di Pemerintah Kota Semarang, Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu dalam kesempatan tersebut menegaskan komitmennya untuk memerangi penyalahgunaan narkoba di Kota Semarang.

Di Kota Semarang sendiri, tercatat adanya peningkatan kasus penyalahgunaan narkoba, dari yang semula 198 kasus pada tahun 2017, kemudian meningkat menjadi 287 kasus di tahun 2018. Sedangkan pada tahun 2019 tercatat telah ada sebanyak 60 kasus yang terbongkar oleh Polrestabes Semarang hingga bulan Februari. Secara luas juga digambarkan jika terdapat 6 juta pengguna narkoba di Indonesia dengan dampak 50 orang meninggal setiap harinya.

Menurut Hendi, tingginya permintaan barang haram tersebut menjadikan semakin tingginya kasus peredaran narkoba itu sendiri. Menurutnya, orang memakai narkoba pasti ketagihan sehingga barang semahal apapun akan dibeli.

"Ketika demand meningkat, meski harga melambung, orang pasti membeli karena kondisinya ketagihan. Itu dia yang membuat orang berniat menjual narkoba ke Indonesia karena pasti ada pembelinya,” ujar Hendi.

Oleh sebab itu, melalui gerakan Kampung Bersinar ini pihaknya berharap semua pihak, baik camat, lurah dan tokoh masyarakat dapat menggerakkan kampung-kampung dengan memberikan sosialisasi pencegahan dan peredaran narkoba, mendeteksi dini sesuai perubahan perilaku, pemberdayaan masyarakat, serta pemetaan titik-titik penyalahgunaan narkoba.

Keterlibatan seluruh elemen masyarakat seperti BNNP, Kepolisian, Forkopimda, camat, lurah sangat penting terutama keluarga karena lingkungan terdekat sangat penting pengaruhnya terhadap proses kehidupan anak.

“Perhatikan tetangga, saudara atau anak kita apakah terdapat gejala seperti pola tidur berubah, selera makan berkurang, prestasi di sekolah menurun dan banyak menghindari aktivitas sosial dengan keluarga dan teman. Jika ada di antara warga yang menemukan, segera berkoordinasi dengan BNNP Jateng untuk kemudian dilakukan supervisi khusus berupa assessment dan rehabilitasi,” jelasnya.

Hendi melanjutkan, sejumlah kelurahan secara mandiri telah berinisiatif melakukan sosialisasi bahaya narkoba. Di Kota Semarang, setidaknya sudah ada 19 kelurahan yang tersebar pada empat Kecamatan di Kota Semarang.

Adapun Gerakan Kampung Bersinar yang telah diluncurkan tersebut, akan menjadi pilot project bagi kelurahan-kelurahan lain di Kota Semarang dengan cara mandiri berinisiatif melakukan sosialisasi bahaya narkoba. Hendi pun berterima kasih kepada BNNP Jateng yang telah memberikan kepercayaan kepada Kota Semarang untuk menjadi pelopor dalam pencegahan peredaran narkoba. "Adanya gerakan ini, menunjukkan bagaimana pemberdayaan masyarakat dapat digunakan sebagai prioritas pembangunan ke depan," bebernya.

(NS) Laporan: Andi Pujakesuma
  1. Pemkot Semarang
KOMENTAR ANDA