1. HOME
  2. KABAR SEMARANG

Sebentar lagi, Semarang miliki PLTSa berkapasitas 0,8 megawatt

"Sehingga nanti manfaatnya bisa dinikmati masyarakat Kota Semarang,"

Pemulung sedang mengais sampah di TPA Jatibarang Semarang. Pemkot Semarang sebentar lagi membangun PLTSa di lokasi tersebut.. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Contributor : Andi Pujakesuma | Rabu, 16 Mei 2018 16:11

Merdeka.com, Semarang - Kota Semarang sebentar lagi akan memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dengan kapasitas 0,8 Megawatt. Tak hanya satu, namun dua PLTSa akan dibangun di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Gunawan Saptogiri menuturkan, pembangunan PLTSa saat ini sedang dikebut. Satu dari dua proyek itu sudah berjalan dan memasuki tahap akhir sedangkan satu proyek lagi dalam proses kajian Feasibility Study (FS) atau kelayakan.

"PLTSa yang dalam proses pekerjaan saat ini yaitu PLTSa Gas Metana yang nantinya akan memproduksi listrik sebesar 0,8 megawatt. Targetnya Oktober 2018 ini pembangkit tersebut sudah beroperasi," kata dia.

Gunawan menambahkan, PLTSa Gas Metana dibangun di TPA Jatibarang, Desa Bambankerep, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, dikerjakan oleh kontraktor dari Malaysia. PLTSa itu merupakan bantuan dari Denmark dengan nilai Rp 45 miliar dan dibangun di atas lahan seluas 9 hektar yang dibebaskan menggunakan anggaran operasional Rp 9 miliar. "Di area tersebut juga dibangun gas zona baru yang merupakan bantuan dari Kementerian PUPR senilai Rp 18 miliar," tambahnya.

Nantinya, mesin pembangkit didatangkan dari Spanyol berkapasitas 0,8 megawatt. Mesin tersebut akan tiba di Semarang pada Juni mendatang dan langsung dipasang di pembangkit listrik. "Kalau sekarang ini, prosesnya sampai ke penutupan membran," paparnya.

Selain PLTSa Gas Metana, Pemkot juga akan membangun satu PLTSa baru dengan teknologi insenerator berkapasitas 12 megawatt. Hanya saja, saat ini PLTSa kedua ini baru sampai tahap penyempurnaan FS. "Oktober-November mendatang baru proses lelang. Diharapkan Januari 2019, sudah mulai proses pekerjaannya. Nanti pembangunan multiyears yaitu 2019 dan 2020," tambahnya.

Ada perbedaan dari kedua PLTSa ini. Gunawan menyebutkan, untuk PLTSa Gas Metana hanya mengambil gas Metana yang diperoleh dari timbunan sampah TPA Jatibarang. Sedangkan PLTSa dengan teknologi insenerator nantinya akan membakar sampah menjadi listrik berkapasitas 12 megawatt.

Untuk pengelolaan kedua PLTSa itu, lanjut dia, akan diserahkan ke holding company BUMD milik Pemkot Semarang yaitu PT Bumi Pandanaran Sejahtera. Namun untuk penjualan listriknya tetap diserahkan ke PLN.

Dengan adanya PLTSa kedua ini diharapkan akan mengurangi jumlah sampah yang menggunung di Jatibarang. Saat ini, produksi sampah di Kota Semarang mencapai 1.200 ton per harinya dan 80% di antaranya masuk ke TPA Jatibarang. Sisanya masuk ke bank sampah dan didaur ulang.

"Dengan jumlah sampah yang ada, ini sangat berpotensi untuk diubah menjadi listrik sangat besar. Sehingga nanti manfaatnya bisa dinikmati masyarakat Kota Semarang," pungkasnya.

(NS) Laporan: Andi Pujakesuma
  1. Infrastruktur
  2. Pemkot Semarang
KOMENTAR ANDA