1. HOME
  2. PROFIL

Mengenal Achyani, mantan Kabag Humas Pemkot Semarang

Dikenal sumeh, jadi andalan tiga generasi wali kota

Achyani berfoto bersama awak media yang kerap bertugas di lingkungan Pemkot Semarang. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Contributor : Andi Kaprabowo | Minggu, 04 Maret 2018 13:23

Merdeka.com, Semarang - Keberhasilan sebuah kota tidak hanya tergantung dari pemimpinnya. Namun, keterlibatan orang-orang dibalik sang pemimpin juga memiliki andil yang juga besar. Kota Semarang misalnya, mungkin mayoritas masyarakat hanya mengenal Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. Namun, dibalik sosok yang memiliki nama panggilan Hendi itu, ada banyak orang-orang hebat yang selalu mendukungnya.

Salah satunya adalah Achyani Tjokrodimejo, Kepala Baguan (Kabag) Hubungan Masyarakat (Humas) Pemkot Semarang. Di pundaknya, wajah dan citra Kota Semarang dibebankan. Namun kini, tugas itu telah selesai dia emban. Akhir Februari lalu, Achyani telah pensiun sebagai aparatur sipil negara (ASN).

Achyani dikenal sebagai sosok yang sumeh, karena selalu murah senyum setiap bertemu siapapun. Meski terkesan santai, Achyani bukan sosok sembarangan. Sebab, dia menjadi salah satu sosok ‘di belakang layar' yang turut menata strategi program di balik kepemimpinan Wali Kota Semarang.

Bahkan, tidak hanya berkecimpung ddi dunia kehumasan pada pemerintahan Hendi saja, Achyani juga dipercaya mengawal tiga wali kota berbeda secara berturut-turut. Mulai dari era Wali Kota Sukawi Sutarip (2000-2010), Soemarmo Hadi Saputro (2010-2015), hingga Hendrar Prihadi (sekarang).

Keberhasilanya tentu memiliki kisah panjang. Awalnya, Achyani muda berbekal ijazah STM Negeri Magelang jurusan listrik, mengadu nasib dengan memasukkan puluhan lamaran pekerjaan di berbagai perusahaan dan kantor lain. Beruntung, kala itu, dia diterima di Kantor Wilayah Departemen Penerangan (Kanwil Depen) Provinsi Jateng.

“Pertama kali bertugas di Magelang sebagai Juru Penerangan. Tugasnya memberi penyuluhan masyarakat mengenai program dari pemerintah. Saat itu program sosialisasi Keluarga Berencana (KB). Karena berbekal lulusan STM jurusan listrik, saya diberi tugas sebagai spesialis operator film bioskop layar tancap. Semua peralatan menata sendiri, muter-muter dari kampung ke kampung. Bahkan dalam kondisi hujan,” ujar suami Rin Ike Ariyani ini berkisah.

Lebih lanjut, pria kelahiran Magelang 10 Februari 1960 ini menambahkan, dari rutinitas itulah dia terbiasa bersentuhan langsung dengan masyarakat. Kesempatan itu dia gunakan untuk mempelajari bagaimana memberikan pelayanan yang baik kepada warga. “Jiwa kepamongan menjadi kental. Semacam ada kebanggaan bisa melayani masyarakat. Seorang pamong berjiwa ngemong siapa saja,” katanya.

Beberapa waktu kemudian, dia mendapat kesempatan melanjutkan sekolah di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Semarang 1984-1988. Setelah lulus, Achyani masih ditugaskan di Kanwil Departemen Penerangan (Depen) Provinsi Jateng dan sempat pindah ke Penerangan Kota Semarang 1990-an. Di situlah berkenalan dengan tokoh penting di Semarang. “Pada 1998, Kanwil Depen ini dibubarkan, memasuki era reformasi. Kerja eksistensi, bekerja sendiri dan enggak punya kantor,” terangnya.

Salah satu tokoh berpengaruh saat itu adalah Wali Kota Semarang, Kolonel Purnawirawan Soetrisno Suharto yang menjabat dua kali periode sejak 1990 hingga 2000. "Dari situlah, saya mulai membantu pelayanan di bawah Pemkot Semarang. Saat itu era otonomi. Pertama kali ditugaskan sebagai Seklur (Sekretaris Lurah atau Carik Pedurungan Tengah) pada 2000-an. Nah, di situlah jiwa pamong semakin kental. Bahkan kantor kelurahan buka mulai setengah tujuh, pulang kerja setengah lima sore, demi memberi pelayanan," kenangnya.

Hingga pada 2002, dia diangkat sebagai Kepala Seksi (Kasi) Humas Pemkot Semarang. Tugas sebagai Kasi Humas ternyata lebih berat. Sebab, fungsi Humas tidak hanya sekadar berhubungan dengan masyarakat. Tetapi membutuhkan strategi keras yang memeras otak.

Dia mengambil pengalaman positif yang dia peroleh saat bertugas di Departeman Penerangan. Berbekal pola dan teknik ilmu intelijen tersebut justru membantu memudahkan identifikasi selama bekerja di Pemkot Semarang. Bahkan keahliannya mengumpulkan data membuat tiga wali kota di Semarang kesulitan mencari pengganti Achyani. Bahkan hingga dia kini pensiun, belum ada penggantinya.

Achyani menerangkan, pemimpin daerah tidak terlepas dari media. Sebab, jika tidak ada media, program pemerintah tidak diketahui oleh masyarakat. “Pemberitaan harus berimbang, tanpa ada intervensi. Saya tahu persis, kalau data tidak cukup, berita bisa melenceng. Maka saya seringkali membantu akses keperluan data bagi wartawan, agar berita berimbang,” kata ayah dari dua anak bernama Riyan Gata Priahita, 28, dan Agra Fajar Prasidya ini.

Setelah purna tugas, Achyani mengaku tidak memiliki target apa-apa. Dia akan menikmati usia pensiun dengan keluarga dan lebih khusyuk untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. “Saya hanya ingin lebih banyak bermanfat, migunani (berguna bagi) lingkungan. Jika saya masih diberikan kesehatan, ya memilih beribadah saja,” pungkasnya.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengakui prestasi dan kinerja yang ditorehkan Achyani selama ini. "Beliau adalah pribadi yang unik. Kadang-kadang bisa tertawa dan kadang-kadang, kita tertawa beliau nggak bisa tertawa. Tapi secara pribadi saya kenal baik, beliau luar biasa. Komitmennya, loyalitas untuk pimpinan dan loyalitas untuk institusi yang namanya Pemkot Semarang, Pak Achyani berhasil memainkan peran itu dengan baik," tuturnya.

Dia menambahkan, semua program kerja dijalankan sosok bapak dua anak ini dengan ketentuan dan aturan. Apalagi saat menghadapi yang namanya wartawan yang rata-rata merupakan pribadi yang unik. "Menurut saya hampir sama kayak sifat-sifat seniman, sak penake dewe (seenaknya sendiri). Tapi selaku Kabag Humas, Pak Achyani mampu merangkul semua teman-teman wartawan," tambahnya.

Hendi mengucapkan selamat kepada Achyani yang sudah bekerja dengan baik. Mampu menjalankan seluruh tugasnya, bergaul dengan wartawan di lingkungan kehumasan. "Semoga bisa menjadi pahala dan menjadi kenang-kenangan buat kita dan menjadi sebuah pertanda bahwa kami dari Pemkot Semarang sudah bisa menjalankan tugas," pungkasnya.

(NS) Laporan: Andi Kaprabowo
  1. Peristiwa
  2. Pemkot Semarang
KOMENTAR ANDA