1. HOME
  2. KABAR SEMARANG

Banyak keluhan air mati, Wali Kota Hendi semprot PDAM

"Harus didatangi itu warga yang lapor, jangan cuma sekadar jawab akan ditindaklanjuti. Masyarakat nggak butuh itu!"

Wali Kota Hendi saat mengecek instalasi milik PDAM Tirta Moedal Kota Semarang. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Contributor : Andi Kaprabowo | Selasa, 08 Mei 2018 15:19

Merdeka.com, Semarang - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mendapat banyak keluhan di akun media sosialnya mengenai air PDAM yang mati. Mendapat keluhan itu, Hendi, panggilan akrab Wali Kota Semarang ini langsung melakukan sidak dan mengecek ke sejumlah instalasi milik PDAM Tirta Moedal Semarang.

Saat melakukan sidak itu, Hendi tak mampu menahan amarahnya dan 'menyemprot' sejumlah pegawai PDAM Tirta Moedal Kota Semarang. Apalagi, saat dia menanyakan sejauh mana tindak lanjut dari kelangkaan air yang dikeluhkan warga. "Lha kok baru nanti? Ini sudah dua minggu bos! Kok baru nanti?" ujar Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi geram.

Kegeraman Hendi memuncak saat jajaran PDAM Tirta Moedal Kota Semarang tidak dapat menjawab pertanyaannya tentang berapa jumlah komplain yang masuk selama dua minggu terakhir. Emosinya semakin naik kala jajaran PDAM tersebut justru mengaku baru akan merekap laporan-laporan pada hari itu.

"Yang namanya laporan masyarakat itu harus diperhatikan sama pak Dirut (Direktur Utama) dan pak Dirtek (Direktur Teknik), dicek benar atau nggak laporan-laporan itu," tegasnya.

Dia meminta agar laporan-laporan warga ditindaklanjuti dengan serius. Bahkan, petugas harus mendatangi warga yang melapor untuk megecek kondisi sebenarnya. "Harus didatangi itu warga yang lapor, jangan cuma sekadar jawab akan ditindaklanjuti. Masyarakat nggak butuh itu!" sambungnya dengan nada meninggi.

Kemarahan Hendi tersebut pecah saat dirinya melakukan inspeksi mendadak di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kudu, Genuk, milik PDAM Kota Semarang, Senin (7/5). Saat itu, dia menanyakan kepada petugas jaga terkait pendistribusian air yang ternyata digilir. "Berarti mati, tolong dijawab!" tegasnya.

Dalam sidaknya ke salah satu instalasi pengolahan air PDAM tersebut, Hendi juga meminta PDAM bergerak cepat untuk mencari pasokan air dari daerah sekitar bila debit air tidak mencukupi.

"Saya minta mulai hari ini upayakan air dari Dombo, Sayung, di Kabupaten Demak untuk bisa masuk ke instalasi Kudu ini. Kalau untuk mengaliri air di wilayah timur kita butuh pasokan 900 sampai 1.200 liter air per detik, dan sekarang kondisinya hanya ada sekitar 600 liter per detik, usahakan 300 liter air per detik bisa masuk dari Dombo," terangnya.

Hendi pun mengharapkan agar jajaran PDAM Tirta Moedal Kota Semarang dapat lebih responsif untuk menangani permasalahan yang sedang terjadi. "Kita tahu saat ini debit air berkurang karena instalasi Kedung Ombo menuju Kudu sedang diperbaiki pemerintah pusat untuk meningkatkan suplai air menjadi 1.800 liter per detik, dan seharusnya kita sudah mengantisipasi ini dari awal," tutur Hendi.

Apalagi, lanjut Hendi, proses perbaikan itu baru selesai pada tahun 2019. Sehingga, dia meminta jajaran PDAM memiliki alternatif agar pasokan air tetap aman. "Jadi harus ada alternatif upaya yang dilakukan, seperti mengambil pasokan dari Dombo," pungkasnya.

Di tempat yang sama, Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, M Farchan mengatakan, apa yang diperintahkan oleh Wali Kota Hendi akan segera dilaksanakan. Selain mengupayakan pasokan air dari Dombo, PDAM juga sedang melakukan pengerukan sedimen yang dapat menghambat pasokan air ke Kudu.

"Jadi, sesuai arahan Pak Wali tadi, akan ada dua upaya kami. Yang pertama memompa aliran air dari Dombo dengan kapasitas pompa 300 liter per detik, serta melakukan pengerukan sedimen di saluran air baku Kudu untuk mempercepat air sampai ke intake," jelas Farchan.

(NS) Laporan: Andi Kaprabowo
  1. Layanan Publik
  2. Peristiwa
  3. Pemkot Semarang
KOMENTAR ANDA