1. HOME
  2. KABAR SEMARANG

Beri Informasi Lengkap, Aplikasi Klinik Pengawasan Bangunan Kota Lama Diluncurkan

"Harapannya dengan adanya aplikasi ini, wisatawan bisa lebih mudah menggali informasi terkait bangunan cagar budaya Kota Lama,"

Peluncuran Klinik Pengawasan Bangunan Kota Lama.. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Contributor : Andi Pujakesuma | Senin, 13 Mei 2019 16:36

Merdeka.com, Semarang - Masyarakat dan wisatawan yang hendak berkunjung ke Kota Lama Semarang kini semakin mudah mendapatkan informasi bangunan konservasi di Kota Lama. Hal itu karena kini Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang telah meluncurkan aplikasi baru bernama 'Klinik Pengawasan Bangunan Kota Lama.'

Aplikasi tersebut berisi data dan informasi 116 bangunan cagar budaya atau bangunan konservasi di kawasan Kota Lama. Semua informasi tersebut dapat diakses dengan mudah oleh pengunjung melalui smartphone.

Kepala Bidang Pengawasan, Dinas Tata Ruang Kota Semarang Nik Sutiyani menjelaskan, aplikasi tersebut mempermudah para wisatawan untuk mengetahui informasi bangunan cagar budaya. Wisatawan tinggal mendownload aplikasi tersebut di Google Play Store. Di dalam aplikasi, tiap-tiap bangunan konservasi tersebut akan diberi tanda QR atau barcode.

“Jadi nanti lewat aplikasi tersebut, wisatawan tinggal mem-barcode kode yang ada di tiap-tiap bangunan. Nantinya dari hasil barcode tersebut akan diketahui informasi bangunan terkait secara detail. Aplikasi ini juga sekaligus database kami,” ujarnya.

Nik menerangkan, aplikasi tersebut dibuat untuk mendukung program smart city. Sehingga juga memudahkan wisatawan yang berkunjung ke Kota Lama saat mencari informasi tentang bangunan yang dikehendaki.

Dia menyampaikan, tak hanya untuk wisatawan, Klinik Pengawasan Bangunan Kota Lama juga didirikan di Gedung Oudetrap melengkapi aplikasi yang diluncurkan, Senin (13/5). Pemilik bangunan di Kota Lama yang membutuhkan informasi, perizinan, keluhan bangunan tidak harus datang ke Balai Kota Semarang, tapi bisa dilayani staff Dinas Tata Ruang di Gedung Oudetrap.

Dia menambahkan, Klinik Pengawasan Bangunan tersebut juga menunjang dosier (dokumen Kota Lama). Aplikasi tersebut masuk dalam poin dalam dosier di poin management plant. “Management plant ini nilainya sangat tinggi, karena untuk melihat bagaimana kita menjaga kawasan Kota Lama. Ada klinik pengawasan bangunan juga untuk menunjukkan pemerintah benar-benar memperhatikan dan komitmen menjaga kawasan ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, Klinik Pengawasan Bangunan Kota Lama dan aplikasinya merupakan cita-cita yang sudah lama diinginkan Pemkot Semarang. "Kota Lama Semarang kan salah satu destinasi wisata sudah familiar diketahui hingga mancanegara. Harapannya dengan adanya aplikasi ini, wisatawan bisa lebih mudah menggali informasi terkait bangunan cagar budaya Kota Lama," kata Ita, sapaan akrab Wakil Wali Kota Semarang ini.

Ita menjelaskan, dengan adanya klinik pengawasan bangunan ini, pemilik bangunan bisa berkonsultasi cara merawat ataupun syarat untuk merevitalisasi bangunan miliknya. Menurutnya, bangunan Kota Lama yang dulunya terbengkalai kini mulai difungsikan, contohnya gedung PT PPI, ada lima bangunan sudah dikerjakan oleh Pemerintah Kota Semarang. Selanjutnya, ada gedung PTPN IX, bahkan PT Taman Wisata Candi Borobudur juga mulai melirik bangunan Kota Lama untuk dikembangkan.

"Diharapkan dengan adanya klinik pengawasan ini, nantinya setiap bangunan-bangunan yang akan direvitalisasi atau akan dibenahi bisa mendapatkan informasi cara-caranya sesuai dengan kaidah-kaidah bangunan cagar budaya," pungkasnya.

(NS) Laporan: Andi Pujakesuma
  1. Cagar Budaya
  2. Pemkot Semarang
KOMENTAR ANDA