1. HOME
  2. KABAR SEMARANG

Cari buku bekas murah berkualitas? Kawasan Stadion Diponegoro Semarang tempatnya

"Harganya bervariasi, mulai ribuan hingga ratusan ribu."

Salah satu kios buku di kawasan Stadion Diponegoro Semarang. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Contributor : Andi Pujakesuma | Senin, 10 September 2018 16:53

Merdeka.com, Semarang - Buku adalah jendela dunia. Pepatah tersebut membuktikan betapa pentingnya buku sebagai alat untuk mengetahui berbagai hal yang ada di dunia ini. Banyak orang yang memiliki hobi membaca buku. Mereka rela menyisihkan uang untuk sekadar berwisata ke toko-toko buku dan mencari buku terbaru sesuai selera. Namun, biasanya harga-harga buku di toko buku besar harganya cenderung lumayan menguras kantong.

Bagi anda yang memiliki uang pas-pasan namun sangat hobi membaca, anda tidak perlu khawatir. Di Kota Semarang, ada sebuah tempat penjualan buku bekas yang murah meriah namun kualitasnya terjamin.

Berlokasi di sekitar kawasan Stadion Diponegoro Semarang, di Jalan Stadion Timur, Karang Kidul, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang berjajar kios penjual buku bekas lengkap dengan berbagai koleksi. Ada buku pelajaran, buku mata kuliah, buku kerja, komik, novel dan beragam jenis lainnya. Bahkan ada pula sejumlah pedagang yang memiliki buku-buku lawas yang sudah sulit ditemukan saat ini.

Tidak hanya berbahasa Indonesia, di tempat itu banyak ditemukan buku berbahasa asing, seperti Bahasa Belanda, Bahasa Inggris, bahkan yang berbahasa Jawa pun ada. Untuk harga, sudah barang tentu lebih murah dari harga toko biasanya, kecuali untuk beberapa buku yang langka dan banyak dicari oleh kolektor buku lawas.

"Saya memiliki kumpulan buku berbahasa asing, seperti Bahasa Arab, Belanda, Inggris dan sebagainya. Kalau di sini memang komplit, semua jenis buku ada, dari yang terbaru sampai yang lawas," kata Muslim, 43, salah satu penjual buku bekas di Stadion Diponegoro Semarang, Senin (10/9).

Pemilik toko buku bekas Alva Media ini mengaku, buku-buku yang paling laris di lokasi itu adalah buku tentang pelajaran anak sekolah. Selain itu, buku komik dan novel juga sangat laris diburu pembeli. "Soalnya isinya sama namun harganya di sini lebih murah dibanding dengan yang ada di toko buku lainnya," tegasnya.

Dalam sehari, tak kurang dari 10 buku yang berhasil dia jual. Jika dalam kondisi ramai, bahkan sampai ratusan buku yang berhasil dia jual kepada pembeli. "Harganya bervariasi, mulai ribuan hingga ratusan ribu. Bahkan ada juga yang menjual hingga puluhan juta rupiah untuk beberapa koleksi buku langka," tegasnya.

Untuk datang ke lokasi itu, anda dapat langsung berkeliling dan mencari buku sesuai selera. Namun jangan heran, anda akan kebingungan untuk mencari buku yang diinginkan karena jutaan buku ditumpuk tanpa ada batasan jenis seperti di toko buku modern lain.

"Jadi kalau ke sini harus tahu dulu buku yang hendak dicari, misalnya judulnya apa, pengarangnya siapa atau buku tentang apa. Nanti kami biasanya yang mencarikan, kalau cari sendiri pasti bingung," tambah Muslim.

Salah satu pembeli, Nilna Murniati, 36, mengaku setiap kenaikan kelas selalu mendatangi toko buku bekas di Stadion Diponegoro untuk mencari buku-buku pelajaran untuk putra tercintanya. "Kalau cari di toko buku mahal, mending cari di sini murah. Kualitasnya juga tidak jauh berbeda, namun biasanya kalau buku aslinya berwarna putih bersih, di sini agak buram," ucap warga Pedurungan ini.

Hal yang sama juga dikatakan Dinda,19, pembeli lainnya. Dia mengaku sering mengunjungi toko buku bekas di kawasan Stadion Diponegoro untuk mencari buku-buku lawas yang sulit ditemukan saat ini.

"Saya senang baca novel dan komik lama. Adanya toko buku bekas ini sangat membantu karena saya mencari keliling tidak ketemu, eh ketemunya di sini. Selain itu harganya juga murah-murah," ucapnya tersenyum.

(NS) Laporan: Andi Pujakesuma
  1. Ragam
KOMENTAR ANDA