1. HOME
  2. KABAR SEMARANG

Menikmati cantiknya trotoar Kota Semarang

"Keuntungan dari trotoar ini adalah selain untuk pejalan kaki juga bisa untuk bersantai, sangat nyaman,"

Salah satu sudut trotoar di Kota Semarang.. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Contributor : Andi Kaprabowo | Minggu, 11 Februari 2018 15:05

Merdeka.com, Semarang - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang sangat serius dalam mempercantik wajah kota. Terbukti, dalam waktu beberapa tahun saja, Kota Semarang telah berubah drastis dan semakin nyaman serta indah.

Salah satu yang paling mencolok adalah penataan kawasan pedestrian di sejumlah jalan protokol Kota Semarang. Trotoar-trotoar di jalanan seperti Jalan Pemuda, Jalan Pandanaran, Kawasan Simpang Lima, Jalan Imam Bonjol, Jalan Pahlawan, Jalan Veteran dan jalan-jalan lain kini tidak hanya nyaman bagi pejalan kaki, namun juga cantik dan menarik.

Trotoar yang ada di lokasi itu dibangun dengan lantai berwarna-warni. Selain itu, hiasan lampu, bangku serta ornamen seperti bola berwarna warni, taman dan sebagainya membuat orang akan semakin betah tinggal di Semarang.

"Memang menyolok sekali perbedaannya, sekarang jalan-jalan Kota Semarang semakin cantik dan tidak dipenuhi pedagang kaki lima," kata Rian Nugroho,43, salah satu warga Semarang yang sedang duduk santai di trotoar Jalan Pemuda, Kamis (8/2).

Menurut Rian, Pemkot Semarang telah berhasil dalam penataan wajah Kota Semarang khususnya pedestrian. Tidak hanya sekedar memenuhi kewajiban penyediaan akses bagi pejalan kaki, namun trotoar yang dibangun juga mengedepankan nilai-nilai estetika. "Keuntungan dari trotoar ini adalah selain untuk pejalan kaki juga bisa untuk bersantai, sangat nyaman," terangnya.

Hal senada disampaikan Riska Wulandari, 23, warga Semarang lainya. Riska mengaku jika sekarang dia sangat bangga dengan kota tempat tinggalnya. "Sekarang di trotoar pun saya bisa ber-selfie dan mengunggah foto yang menarik di media sosial," terang mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Kota Semarang ini.

Riska menambahkan, hanya kadang masih ada sejumlah kendaraan roda dua yang parkir atau berjalan di atas trotoar. Hal itu, lanjut dia, harus ditindak tegas agar fungsi trotoar tidak disalahgunakan. "Sebetulnya inti dari pembangunan ini adalah kesadaran masyarakat untuk merawatnya. Kalau masyarakat sadar, tentu Semarang akan menjadi kota yang sangat indah, nyaman dan tidak kalah dengan kota metropolitan besar lainnya," paparnya.

Keindahan Kota Semarang memang sudah diakui oleh masyarakat luas. Terbukti baru-baru ini, Kota Semarang menjadi salah satu dari tiga kota metropolitan di Indonesia yang paling layak huni.

Hal itu didasari rilis Most Livable City Index 2017 (Indeks Kota Paling Layak Huni 2017) yang dibuat dari Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Indonesia. Dalam rilis tersebut, Kota Semarang didaulat menjadi kota metropolitan paling layak huni, bersama Kota Palembang dan Kota Denpasar.

Dalam rilis Most Livable City Index 2017 tersebut, IAP menyebutkan di Indonesia setidaknya ada 10 kota yang dapat disebut sebagai kota metropolitan karena menjadi kota inti sebagai pusat aktifitas masyarakat yang dikelilingi oleh kota-kota satelit di sekitarnya. Kesepuluh kota itu seperti Surabaya yang dikelilingi oleh Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Sidoarjo, dan Lamongan atau juga Jakarta yang dikelilingi oleh Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Cianjur.

Namun tak hanya identik dengan kota satelit di sekelilingnya, kota metropolitan di Indonesia juga identik dengan banyaknya permasalahan perkotaan yang lebih kompleks dibanding kota-kota lainnya karena populasi penduduk yang besar. Permasalahan tersebut antara lain seperti tingkat biaya hidup yang tinggi, ketersediaan lahan hunian yang semakin kecil, hingga kebutuhan trasportasi yang semakin meningkat.

Dan dari sekian banyak kota metropolitan tersebut, hanya ada tiga kota metropolitan yang dianggap paling layak huni di Indonesia. Tiga kota tersebut adalah Kota Semarang, Kota Denpasar, dan Kota Palembang.

(NS) Laporan: Andi Kaprabowo
  1. Infrastruktur
  2. Pemkot Semarang
KOMENTAR ANDA