1. HOME
  2. KABAR SEMARANG

Pakar lingkungan: Banjir di Semarang harus diatasi dari hulu

"Taman-taman sudah bagus, jalanan bersih, pelayanan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat sudah sangat bagus..."

Pakar lingkungan Kota Semarang Prof Sudharto P Hadi.. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Contributor : Andi Kaprabowo | Jum'at, 23 Februari 2018 16:38

Merdeka.com, Semarang - Persoalan banjir di Kota Semarang tidak akan selesai jika penanganan hanya dilakukan dengan normalisasi sungai. Pemerintah harus mencari cara untuk mengatasi sumber utama persoalan yang selalu dihadapi Kota Semarang setiap tahunnya itu.

Pakar Lingkungan Kota Semarang, Prof Sudharto P Hadi mengatakan, normalisasi sungai yang dilakukan oleh Pemkot Semarang memang menjadi solusi sementara untuk penanganan banjir. Namun, hal itu tidak akan menyelesaikan masalah utamanya yang menjadi penyebab banjir.

"Ibarat orang sakit kepala, normalisasi sungai itu hanya memberikan obat pengurang sakit, namun tidak mengobati secara tuntas," kata mantan Rektor Universitas Diponegoro (Undip) itu, Jumat (23/2).

Persoalan banjir, lanjut dia, memang sangat kompleks. Hal utama yang harus diperhatikan adalah perubahan tata ruang di wilayah hulu sungai, yakni di wilayah Semarang atas.

Sudharto mengatakan, wilayah atas yang dahulu merupakan ruang terbuka hijau yang berfungsi untuk menyerap air kini berubah menjadi lahan perumahan. Hal itu yang menyebabkan air tidak terserap dan menjadi air larian menuju ke bawah, hingga menyebabkan wilayah Semarang bawah selalu banjir.

"Contoh kongkrit banjir di Mangkang itu karena wilayah Mijen yang dahulu wilayah resapan air kini berubah menjadi perumahan. Selain itu, banjir di wilayah Semarang Utara juga karena alih fungsi lahan di wilayah hulu semakin massif saat ini," tegasnya.

Sudharto memberi masukan, pemerintah harus konsisten dan bersikap tegas dalam penegakan perda RTRW. Sebab menurutnya, persoalan daya dukung lingkungan harus diperhatikan dalam penataan kota.

"Tidak ada kata terlambat, saat ini harusnya menjadi momentum Pemerintah Kota Semarang melakukan evaluasi dan penataan kembali ruang terbuka hijau agar ke depan permasalahan banjir tidak kembali terjadi," tegas dia.

Pengentasan persoalan banjir sendiri, kata dia, merupakan hal utama yang harus diperhatikan oleh kepemimpinan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Wakil Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu di tahun depan.

Sebab menurutnya, di dua tahun kepemimpinan Hendi-Ita sudah menunjukkan perubahan yang signifikan dalam hal penataan wajah kota dan pelayanan kepada masyarakat.

"Taman-taman sudah bagus, jalanan bersih, pelayanan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat sudah sangat bagus di dua tahun kepemimpinan mas Hendi dan mbak Ita. Nah, di tahun ketiga ini yang harus menjadi fokus utama adalah penanganan banjir dan pengembalian ruang terbuka hijau di wilayah hulu," pungkasnya.

 

(NS) Laporan: Andi Kaprabowo
  1. Kebijakan Publik
  2. Pemkot Semarang
KOMENTAR ANDA