1. HOME
  2. KABAR SEMARANG

Revitalisasi Kota Lama dikeluhkan pemilik gedung, Wali Kota Hendi turun tangan

"Jangan sampai karena terlalu lama pengerjaannya, justru menimbulkan lebih banyak kerugian,"

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memantau langsung revitalisasi Kota Lama. Foto/Humas Pemkot Semarang. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Contributor : Andi Pujakesuma | Selasa, 24 April 2018 19:30

Merdeka.com, Semarang - Pelaksanaan revitalisasi Kota Lama Semarang terus dikebut sampai saat ini. Namun dibalik pekerjaan itu, banyak keluhan yang dilontarkan, khususnya dari para pemilik maupun pengelola gedung di kawasan tersebut.

Karena hal itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi lantas mengundang kontraktor pelaksana revitalisasi Kota Lama dan komunitas penggiat Kota Lama Semarang untuk berdiskusi terkait proses peningkatan infrastruktur Kota Lama yang sedang berjalan. Bertempat di Cafe Tekodeko Kota Lama Semarang, Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang itu secara khusus melakukan pertemuan sebagai respon atas keluhan para pemilik gedung di Kota Lama Semarang. Salah satunya terkait terganggunya akses masuk ke sebagian gedung terdampak revitalisasi Kota Lama Semarang.

Pendeta Helen yang mewakili Gereja Blenduk mengatakan, pihaknya sangat senang dengan perhatian yang diberikan Pemerintah Kota Semarang kepada Kota Lama. "Kami pada dasarnya sangat mendukung. Tapi harap kami diberi tahu dulu termasuk untuk kegiatan-kegiatan lain di Kota Lama yang menutup jalan utama, terkhusus pada hari Minggu," kata dia, Selasa (24/4).

Hal senada disampaikan Ketua RW 1 Tanjung Mas Kota Semarang, Bagyo. Dia menegaskan tidak mempermasalahkan upaya revitalisasi Kota Lama Semarang. "Tidak masalah mengganggu karena ini demi kebaikan bersama. Tapi mohon disinkronkan dengan stakeholder sehingga harus ada pemberitahuan dulu agar kami ada persiapan," ucapnya di hadapan Wali Kota Hendi.

Menanggapi hal tersebut, Hendi langsung secara tegas meminta kontraktor revitalisasi Kota Lama Semarang untuk membagikan surat edaran resmi yang mencantumkan timeline pengerjaan terencana. "Dan saya tekankan, jangan sampai ada rencana revitalisasi yang menutup semua jalan, harus dikerjakan bertahap," kata dia.

Untuk itu, pihaknya sengaja turun langsung ke lapangan untuk menuntaskan berbagai permasalahan yang ada. "Jadi hari ini saya tuntaskan, saya akan lakukan koreksi terhadap seluruh kegiatan di Kota Lama baik yang sifatnya revitalisasi maupun penyelenggaraan event agar tidak merugikan sedulur-sedulur di Kota Lama," tegasnya.

Selain itu, Hendi juga menegaskan akan turun tangan langsung mendorong percepatan revitalisasi Kota Lama. Salah satu contohnya pada pengerjaan Jalan Letjen Suprapto yang merupakan jalan utama di Kota Lama Semarang. "Kontraktor mengatakan butuh waktu empat minggu untuk memindahkan pipa PDAM, jadi tadi saya langsung telepon Direktur Teknik PDAM, saya katakan harus selesai 2 minggu," ungkapnya.

Menurut dia, percepatan ini penting, karena salah satu roh kota lama adalah tempat-tempat usaha yang menghidupkan aktifitas di sini. "Jangan sampai karena terlalu lama pengerjaannya, justru menimbulkan lebih banyak kerugian," pungkasnya.

(NS) Laporan: Andi Pujakesuma
  1. Cagar Budaya
  2. Pemkot Semarang
KOMENTAR ANDA