1. HOME
  2. KABAR SEMARANG

Ekonomi global melambat, Semarang justru mampu perkecil ketimpangan masyarakat

"Dan termasuk hari ini, konsep pembangunan bergerak bersama harus terus kita pertahankan untuk dapat terus saling mendukung,"

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi pada sebuah Talk Show yang diselenggarakan Kadin Kota Semarang, di Hotel Aston Inn, Kamis (13/9).. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Contributor : Andi Pujakesuma | Kamis, 13 September 2018 19:08

Merdeka.com, Semarang - Kota Semarang termasuk salah satu kota di Indonesia yang terdampak krisis ekonomi global pada periode tahun 2008-2009. Hal tersebut tergambar dari catatan Indeks Gini Ratio (ketimpangan masyarakat) Kota Semarang pada tahun 2009 yang sebesar 0,37 dan menjadi yang terbesar di antara daerah-daerah lain di Jawa Tengah, sebut saja Solo yang hanya sebesar 0,27, Salatiga dengan 0,29, bahkan Kendal dengan 0,22.

Namun pada era kepemimpinan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi ketimpangan masyarakat saat terjadi perlambatan ekonomi global dapat dikendalikan. Pada catatan BPS, saat terjadi lagi perlambatan ekonomi global pada tahun 2015, Kota Semarang justru mampu memperkecil catatan indeks ketimpangan masyarakatnya.

Tercatat pada tahun 2015 indeks ketimpangan masyarakat Kota Semarang turun di angka 0,31 dan menjadi salah satu yang terkecil di Jawa Tengah. Kota Semarang sebagai kota metropolitan bahkan mampu menyalip capaian Solo dengan 0,36, Salatiga dengan 0,35, bahkan Kendal yang ada di angka 0,34.

Bahkan saat terjadi siklus perlambatan ekonomi global kembali di tahun ini, Wali Kota Semarang yang juga politisi PDI Perjuangan tersebut sudah mengupayakan dengan sejumlah program fasilitas hidup gratis. Antara lain melalui program berobat gratis, sekolah gratis, renovasi rumah gratis, hingga gas gratis untuk rumah tangga yang dihasilkan dari pengolahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang itu saat menjadi narasumber pada sebuah Talk Show yang diselenggarakan oleh Kadin Kota Semarang, di Hotel Aston Inn, Kamis (13/9). Dalam kesempatan tersebut selain Hendi, hadir juga Kukrit Suryo Wicaksono (Ketua Kadin Jawa Tengah), Aviliani (Pengamat Ekonomi), Lukman Hidayat (Presiden Direktur PT PP Persero), serta Arnaz Andrarasmara (Ketua Kadin Kota Semarang).

"Saya rasa capaian positif ini bukan hanya hasil kerja Pemerintah Kota Semarang saja, tetapi juga ada campur tangan Pemerintah Pusat, Provinsi, pihak swasta, akademisi, dan masyarakat seluruhnya," kata Hendi.

Menurutnya, konsep bergerak bersama yang diusung terbukti ampuh menjadikan Kota Semarang semakin maju. "Dan termasuk hari ini, konsep pembangunan bergerak bersama harus terus kita pertahankan untuk dapat terus saling mendukung," tegasnya.

(NS) Laporan: Andi Pujakesuma
  1. Pemkot Semarang
KOMENTAR ANDA