1. HOME
  2. KABAR SEMARANG

Jawab tantangan zaman, Unissula dorong lulusannya jadi wirausahawan

"Unissula berupaya mencetak entrepreneur sehingga lulusan-lulusannya tidak bergantung pada minimnya ketersediaan lapangan pekerjaan,"

Rapat senat terbuka wisuda ke-76 di Unissula. Foto/Humas Unissula. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Jum'at, 19 Oktober 2018 16:34

Merdeka.com, Semarang - Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang berupaya mencetak lulusan yang siap menciptakan lapangan pekerjaan. Hal itu disampaikan oleh Rektor Unissula Prabowo Setiyawan di sela memberikan sambutan pada rapat senat terbuka pelaksanaan wisuda ke-76 yang digelar di kampus tersebut, Jumat (19/10).

"Unissula berupaya mencetak entrepreneur sehingga lulusan-lulusannya tidak bergantung pada minimnya ketersediaan lapangan pekerjaan, melainkan dapat menciptakan lapangan kerja baru di bidang masing-masing, minimal bagi diri sendiri (self-employment)," katanya.

Menurutnya, melalui bidang entrepreneurship, lulusan perguruan tinggi tak hanya dapat secara leluasa mengaktualisasikan diri, namun juga memiliki peluang besar memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.

"Dengan demikian, para wisudawan sekalian para alumni, telah ikut mensukseskan visi dan misi almameter saudara, dan juga menjadi duta-duta Unissula kepada masyarakat luas," paparnya.

Dia menilai, pendidikan yang berorientasi pada kewirausahaan harus lebih memperoleh perhatian dan fasilitas dari semua pihak. Baik dari kalangan swasta maupun pemerintah. "Harus ada pembenahan dan penyesuaian basis fundamental pendidikan di Indonesia agar lulusan perguruan tinggi dapat menjadi pendorong roda pembangunan dan kemajuan, bukan justru menjadi beban," tukasnya.

Prabowo menambahkan, fakta di lapangan saat ini jumlah pengangguran terdidik atau educated unemployee di Tanah Air ternnya dari tahun ke tahun cenderung meningkat. Persaingan ketat pada dunia kerja, serta tidak seimbangnya antara sumber daya manusia yang ada dengan lapangan pekerjaan membuat kondisi yang tidak mudah bagi para lulusan baru.

"Untuk itu, ada empat komponen yang harus dimiliki agar kompetensi ini melekat dalam diri wisudawan muslim. Pertama, pengetahuan atau knowledge, kedua adalah kemampuan atau skill, ketiga, kemampuan menyelesaikan pekerjaan sesuai waktu yang ditentukan dan keempat, menegakkan salat lima waktu," bebernya.

Pada kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan bahwa Unissula telah menerapkan penggunaan PIN (Penomoran Ijazah Nasional). "Dengan sistem PIN ini, ijazah wisudawan dapat dicek secara online dalam data base nasional tentang keabsahannya, sehingga wisudawan pun dapat melakukan legalisir secara online juga," ungkapnya.

Pada wisuda ke-76 yang dibagi dalam dua tahap itu, Unissula melepas 1.637 lulusan yang berasal dari 11 fakultas, baik dari program Diploma Tiga (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), dan doktoral (S3).

(NS)
  1. Pendidikan
KOMENTAR ANDA