1. HOME
  2. KABAR SEMARANG

Percepat laju pertumbuhan ekonomi, Hendi pertimbangkan pemekaran kecamatan

"Pemekaran kecamatan saya rasa sangat diperlukan untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi ini."

Wali Kota Hendi. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Contributor : Andi Kaprabowo | Senin, 05 Maret 2018 18:04

Merdeka.com, Semarang - Laju pertumbuhan ekonomi Kota Semarang dinilai masih kalah dengan sejumlah kota besar lainnya. Salah satu faktor penyebab lambatnya pertumbuhan ekonomi itu disinyalir karena terlalu luasnya pembagian administrasi pemerintahan, khususnya pada tingkat kecamatan.

Saat ini, Kota Semarang memiliki luas wilayah 372 kilometer persegi. Dengan luasan itu, Pemkot Semarang hanya memiliki 16 Kecamatan di dalamnya. "Pemekaran kecamatan saya rasa sangat diperlukan untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi ini. Ini akan kami pertimbangkan dan menjadi target prioritas pembangunan yang harus dilakukan," kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Senin (5/3).

Wali Kota yang akrab disapa Hendi ini menambahkan, pihaknya membandingkan dengan Filipina dan Vietnam. Dua negara itu memiliki jumlah provinsi yang lebih banyak dibandingkan dengan Indonesia.

Hal itu yang menyebabkan laju pertumbuhan ekonomi di dua negara itu lebih besar ketimbang Indonesia. Meskipun, keberadaan Sumber Daya Alam (SDA) di dua negara itu jauh tertinggal dibanding Indonesia.

Contoh lain adalah Kota Bandung dan Surabaya. Hendi menerangkan, Bandung dengan wilayah seluas 150 kilometer persegi memiliki 31 kecamatan. Sedangkan Surabaya yang luas wilayahnya tidak jauh berbeda dengan Kota Semarang, memiliki 30 kecamatan.

"Bandingkan saja, laju pertumbuhan dua kota itu jauh lebih pesat dibanding Kota Semarang. Untuk itu, saya merasa pemekaran wilayah penting dilakukan. Jadi memang penting, ini akan menjadi prioritas kami," ujarnya.

Dari hasil kajian, lanjut Hendi, hampir semua Kecamatan di Kota Semarang memerlukan pemekaran. Idealnya, Kota Semarang memiliki 30-32 kecamatan di seluruh wilayahnya. "Kalau ini terealisasi, tentu akan membuat pembangunan Kota Semarang akan menjadi fokus dan optimal," pungkasnya.

(NS) Laporan: Andi Kaprabowo
  1. Kebijakan Publik
  2. Pemkot Semarang
KOMENTAR ANDA