1. HOME
  2. KABAR SEMARANG

Renovasi selesai, Shelter Semarang Hebat Simpang Lima kembali difungsikan

"Shelter Semarang Hebat Simpang Lima ini menjadi shelter percontohan pertama yang akan diikuti dengan pembenahan di shelter lain,"

Shelter Semarang Hebat Simpang Lima usai direnovasi.. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Contributor : Andi Kaprabowo | Kamis, 20 September 2018 17:20

Merdeka.com, Semarang - Shelter Bus Rapid Transit (BRT) Semarang Hebat Simpang Lima telah selesai direnovasi dan resmi difungsikan. Renovasi shelter Simpang Lima yang dimulai pada 9 Juli 2018 lalu, telah rampung pada 19 September 2018.

Kepala BLU Trans Semarang, Ade Bhakti menerangkan, renovasi shelter Simpang Lima dilakukan karena pengguna moda transportasi umum BRT Trans Semarang di lokasi itu terus meningkat. "Dengan semakin meningkatnya pengguna layanan BRT Trans Semarang hingga 27.000 orang perhari membuat shelter transit poin yang ada semakin padat, oleh karenanya mulai tahun ini Trans Semarang mulai merenovasi dan melebarkan shelter transit point, antara lain di Simpang Lima, Balai Kota, Elisabeth dan Tawang. Shelter Semarang Hebat Simpang Lima ini menjadi shelter percontohan pertama yang akan diikuti dengan pembenahan di shelter lain," kata Ade.

Selain memiliki ukuran yang lebih luas dari shelter sebelumnya, Shelter Simpang Lima baru tersebut dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang. Seperti ruang tunggu yang luas, ruangan ber-AC, dilengkapi satu pintu kedatangan dan tiga pintu keberangkatan, serta desain shelter yang moderen. "Shelter Semarang Hebat Simpang Lima juga dilengkapi dengan Passenger Information System (PIS). PIS ini memudahkan pengguna jasa untuk mengetahui informasi kedatangan armada," terangnya.

Adanya perbaikan-perbaikan itu, membuat pengguna jasa Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang terlihat antusias menikmati fasilitas baru tersebut. Sebelumnya selama renovasi, pengguna jasa memakai shelter darurat yang berjarak 20 meter dari shelter awal. “Kami terus berbenah dengan semakin meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa, salah satunya dengan merenovasi dan memperluas shelter transit point agar pengguna jasa tidak berdesakan saat akan naik,” tukasnya.

Dari data penumpang transit di Shelter Simpang Lima, kata dia, selama Agustus 2018, tercatat untuk koridor I mencapai 23.376 orang, koridor III mencapai 12.052 orang, koridor IV mencapai 4.789 orang, dan koridor V mengangkut 7.584 orang.

Shelter Semarang Hebat Simpang Lima ini akan menampung lebih banyak penumpang karena berukuran lebih luas dan terdapat pemisah untuk keberangkatan masing-masing koridor. “Di dalam ruang tunggu shelter, penumpang dapat langsung menuju pintu keberangkatan sesuai dengan tujuan masing-masing. Hal ini untuk menghindari penumpang tercampur dan salah naik jurusan,” ujarnya.

Dengan fasilitas yang telah tersedia saat ini, diharapkan pengguna jasa semakin nyaman saat menunggu kedatangan armada. Untuk itu, Ade mengajak menjaga fasilitas yang ada. "Mari kita jaga bersama karena ini adalah milik bersama," terangnya.

Lebih lanjut Ade menerangkan, penguna moda transportasi umum BRT Trans Semarang semakin tinggi. Hal itu dikarenakan tarif BRT Trans Semarang sangat terjangkau. Untuk kategori penumpang umum Rp3500 dan mahasiswa/pelajar/KIA Rp1000.

Selain itu, pengguna jasa juga semakin dipermudah saat melakukan transaksi. Selain dapat menggunakan pembayaran tunai, pengguna jasa bisa memanfaatkan non tunai (cashless) antara lain e-BRT, BRIZZI, Tapcah, Tcash, OVO, dan GO-PAY. "Untuk pembayaran melalui Tcash dan Go Pay masih ada Promo. Pembayaran melalui GO-PAY hanya dengan Tarif Rp9 hingga 31 Oktober 2018, sedangkan Tcash, pembayaran masih diskon 50% hingga akhir tahun," pungkasnya.

(NS) Laporan: Andi Kaprabowo
  1. Layanan Publik
  2. Infrastruktur
KOMENTAR ANDA