1. HOME
  2. KABAR SEMARANG

Menristekdikti: Perguruan tinggi Indonesia harus mampu bersaing di tingkat global

"Perguruan tinggi Indonesia pasti bisa go internasional jika memiliki tiga hal itu."

Menristekdikti M Nasir saat memberikan orasi ilmiah dalam acara Dies Natalis UNNES Semarang, Kamis (29/3). Foto/UPT Humas UNNES. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Contributor : Andi Kaprabowo | Kamis, 29 Maret 2018 16:04

Merdeka.com, Semarang - Untuk mewujudkan Perguruan Tinggi (PT) berkelas internasional, dibutuhkan tiga hal penting. Tiga hal tersebut yakni pendidikan tinggi dan pelatihan, bidang sains dan teknologi, serta inovasi dan kesiapan teknologi.

Hal itu disampaikan Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir saat menyampaikan orasi ilmiah pada upacara Dies Natalis Universitas Negeri Semarang (UNNES), Kamis (29/3). "Perguruan tinggi Indonesia pasti bisa go internasional jika memiliki tiga hal itu. Memang, butuh persiapan dan tekad yang kuat untuk mewujudkanya," katanya.

Nasir menerangkan, pendidikan tinggi dan pelatihan bertaraf internasional di Indonesia saat ini masih kurang. Hanya ada tiga perguruan tinggi yang masuk dalam daftar itu. Padahal, Indonesia memiliki 4.579 perguruan tinggi dengan jumlah penduduk 200 juta jiwa lebih. Dibanding China yang hanya memiliki 2.824 perguruan tinggi dengan 1,4 miliar penduduk, tentu Indonesia memiliki potensi yang lebih besar.

"Namun ternyata, perguruan tinggi China lebih banyak yang statusnya sudah internasional. Reputasi mereka lebih banyak mencapai puluhan perguruan tinggi," tegasnya.

Dia menyebutkan, selain memperbanyak perguruan tinggi bertaraf internasional, kemampuan sains dan teknologi di perguruan tinggi Indonesia juga harus ditingkatkan. Sebab, hasil penelitian menyebutkan, tingkat kompetensi masyarakat Indonesia termasuk terbawah.

"Dan ketiga adalah bagaimana inovasi dan kesiapan teknologi perguruan tinggi kita. Sampai saat ini, kesiapan teknologi kita masih kalah jauh dibanding negara-negara lainnya," ujar mantan Rektor Terpilih Universitas Diponegoro (Undip) Semarang itu.

Peluang Indonesia di tahun 2050, Indonesia akan menjadi nomor empat di dunia setelah China, Amerika Serikat dan India. Dengan meningkatkan tiga hal tersebut, Nasir menegaskan jika dalam waktu singkat perguruan tinggi Indonesia akan lebih baik dan mampu bersaing di dunia global.

"Targetnya, di tahun 2050 Indonesia akan menjadi empat negara hebat menyandingi China, Amerika dan India. Salah satu faktor menuju hal itu adalah berkembangnya perguruan tinggi yang semakin baik," ungkapnya.

(NS) Laporan: Andi Kaprabowo
  1. Pendidikan
KOMENTAR ANDA