1. HOME
  2. KABAR SEMARANG

Tahun depan, Pemkot Semarang bangun monorail

"Pembangunan monorel dari Bandara Ahmad Yani yang baru ke Simpang Lima menjadi penting untuk mendukung arah kebijakan Semarang pada tahun 2019.."

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bercengkrama dengan peserta Musrenbang di Balai Kota Semarang, Senin (26/3).. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Contributor : Andi Kaprabowo | Senin, 26 Maret 2018 20:24

Merdeka.com, Semarang - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan, pihaknya menargetkan pembangunan moda transportasi monorel mulai tahun 2019. Pembangunan monorail menjadi salah satu dari program dan arah kebijakan Semarang Hebat 2016-2021.

"Pembangunan monorel dari Bandara Ahmad Yani yang baru ke Simpang Lima menjadi penting untuk mendukung arah kebijakan Semarang pada tahun 2019 yaitu penguatan struktur ekonomi yang didukung oleh peningkatan sektor perdagangan dan jasa," kata Wali Kota yang akrab disapa Hendi ini di sela acara Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah 2019 di Ruang Lokakrida Lantai 8, Kompleks Balai Kota, Senin (26/3).

Hendi menerangkan, dalam program dan arah kebijakan Semarang Hebat itu, yang ingin dicapai dimulai dari penyiapan infrastruktur untuk mendukung kota metropolitan yang sejahtera dan melayani pada tahun 2017. Kemudian arah kebijakan di tahun 2018 adalah mewujudkan pengembangan infrastruktur untuk memecahkan masalah besar perkotaan dan daya saing sumber daya manusia (SDM).

"Sementara di tahun 2019, kebijakan pembangunan diarahkan pada penguatan struktur ekonomi yang didukung oleh peningkatan sektor perdagangan dan jasa. Dan di tahun 2020 arah kebijakan Semarang Hebat adalah terwujudnya pemantapan Semarang sehat, cerdas, tangguh, melayani, dan berdaya saing," paparnya.

Selain monorel, lanjut Hendi, pengembangan aksesbilitas di tahun 2019 juga dilakukan dengan pengadaan lahan untuk proyek infrastruktur Semarang Outer Ring Road. Tak hanya itu, ada juga pembangunan perlintasan tidak sebidang di Jalan Madukoro dan Jalan Anjasmoro Raya, serta kajian pembangunan Jembatan Madusono (Madukoro-Kokrosono). "Kami juga mengembangkan bidang pendidikan, yakni dengan memprioritaskan beberapa program yang diharapkan tercapai di tahun depan," imbuhnya.

Sejumlah program itu, kata dia, seperti pembangunan sekolah dan kelas baru, penyediaan Shuttle Bus sekolah, beasiswa miskin dan berprestasi, peningkatan rumah pintar dan taman bacaan. "Selain itu, kami juga akan melakukan peningkatan kelompok kejar paket, peningkatan fasilitas dan pendidik sekolah inklusi, peningkatan pemahaman kepada orang tua untuk sekolah sampai tingkat SMA dan seterusnya," terangnya.

Sedangkan di bidang kesehatan, Hendi mengaku juga akan meningkatkan sejumlah program kerja. Beberapa program seperti Posyandu Kelompok Usia Lanjut (Poksila), pembangunan gedung Instalasi Rawat Jalan, pembangunan dan rehab Puskesmas, rintisan pembangunan RSUD di Mijen-peningkatan layanan Universal Health Coverage dan lain sebagainya.

Selain kesehatan dan pendidikan, sektor ekonomi juga menjadi prioritas pembangunan di tahun 2019 melalui program-program sepertiĀ  pembangunan dan rehab pasar tradisional, peningkatan promosi industri kreatif, optimalisasi kampung vokasi, pengembangan pertanian perkotaan, pengembangan sentra perikanan terpadu dan pengembangan pembiayaan Koperasi dan UKM. "Dengan semua program itu kami optimis ekonomi Kota Semarang akan semakin meningkat," tukasnya.

Apalagi, lanjut dia, Angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Semarang meningkat dari 78,04 di tahun 2012 menjadi 81,19 pada tahun 2016. Kemudian Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang juga meningkat dari Rp 86 triliun di tahun 2011 menjadi Rp 115 triliun pada tahun 2016.

Sementara untuk nilai investasi juga melonjak dari Rp 0,9 triliun pada 2011 menjadi Rp 20,5 triliun pada 2017. "Hal ini berdampak pula pada penurunan angka kemiskinan di Kota Semarang. Kita patut berbangga, karena angka kemiskinan di Kota Semarang juga menurun dari sebelumnya 5,13% pada tahun 2012 menjadi 4,62% pada 2017," pungkasnya.

(NS) Laporan: Andi Kaprabowo
  1. Kebijakan Publik
  2. Infrastruktur
  3. Pemkot Semarang
KOMENTAR ANDA