1. HOME
  2. KABAR SEMARANG

Wali Kota Hendi perintahkan ASN turun lapangan koreksi hasil pembangunan

ASN harus loyal, berkomitmen, dan konsisten.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memimpin upacara di halaman Balai Kota Semarang, Senin (17/9).. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Contributor : Andi Kaprabowo | Senin, 17 September 2018 17:30

Merdeka.com, Semarang - Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Semarang diminta loyal, berkomitmen dan konsisten. Hal itu disampaikan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat memimpin upacara di Halaman Balai Kota, Senin (17/9).

Pada kesempatan itu, wali kota yang akrab disapa Hendi ini menjelaskan, berdasarkan instruksi presiden, setiap ASN wajib mengikuti upacara setiap tanggal 17. “Maknanya agar ASN sadar untuk disiplin, sadar untuk loyal, sadar untuk turun ke lapangan, serta sadar untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Harapannya agar para ASN dapat melayani masyarakat secara prima,” jelasnya.

Menurutnya ada tiga prinsip dasar ASN yang wajib dipatuhi yakni loyal, berkomitmen, dan konsisten. Loyal disini bermakna sikap yang dibangun ke atas kepada pimpinan, ke bawah kepada staf, serta ke samping atau sesama rekan sejawat. “Jaga kekompakan dan keguyuban agar dapat bekerja dan melayani masyarakat dengan nyaman,” imbuhnya.

Selain itu, dirinya juga dengan tegas melarang ASN untuk melakukan pungutan liar (Pungli). Hal itu tercermin dari prinsip dasar kedua yaitu berkomitmen. “ASN itu dibiayai dari uang rakyat, jadi harus melayani masyarakat dengan baik. Apabila masyarakat mengurus KTP, mengurus izin, atau surat keterangan di kelurahan layani dengan baik jangan malah meminta pungli. Karena saat ini ada tim saber pungli, APH, dan KPK ibarat ikan di dalam akuarium, semuanya harus terang-terangan,” tegasnya.

Lebih lanjut Hendi menerangkan, kaitannya dengan banyak potensi wisata di Kota Semarang, ASN juga diminta untuk konsisten. Dia mencontohkan pelaksanaan Kampung Tematik dan Pasar Semarangan Tinjomoyo yang mendapat respon positif dari masyarakat. Bahkan pengunjungnya mencapai angka ribuan. "Namun dua bulan kemudian tidak dirawat, bahkan orang datang tidak ada apa-apa. Itu menjadi kritik buat kita semua, kita dituntut harus konsisten,” ujar Hendi.

Seperti juga sejumlah taman, toilet, dan fasilitas umum lainnya. Dia menilai banyak fasum yang ada kurang terawat. “Ini masalah sepele tetapi karena itu merupakan fasilitas umum tentu banyak yang membutuhkan. Kita harus ingat target kita adalah wisatawan dari luar daerah, tentu fasilitas umum yang representatif akan menjadi daya dukung peningkatan pariwisata di Kota Semarang,’’ pungkasnya.

(NS) Laporan: Andi Kaprabowo
  1. Layanan Publik
  2. Peristiwa
  3. Pemkot Semarang
KOMENTAR ANDA