1. HOME
  2. KABAR SEMARANG

BRT Koridor VII diluncurkan, targetkan penumpang 29 ribu perhari

"Peluncuran BRT koridor VII ini merupakan solusi untuk mengatasi persoalan kemacetan di Kota Semarang."

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyiram bus BRT baru sebagai simbol peluncuran BRT koridor VII di Balai Kota Semarang, Selasa (15/5).. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Contributor : Andi Kaprabowo | Selasa, 15 Mei 2018 15:46

Merdeka.com, Semarang - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang resmi meluncurkan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang koridor VII, Selasa (15/5). Dengan peluncuran koridor baru tersebut, Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang menargetkan peningkatan jumlah pengguna hingga 29.140 orang perhari.

Peluncuran koridor baru yang melayani rute Terminal Terboyo, Genuk, Wolter Monginsidi, Arteri Yos Sudarso, Relokasi Pasar Johar, dan Kota Lama itu dilakukan di Balai Kota Semarang. Secara simbolis, peluncuran ditandai dengan pemotongan pita dan penyiraman air kendi oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

"Peluncuran BRT koridor VII ini merupakan solusi untuk mengatasi persoalan kemacetan di Kota Semarang. Dengan ditambahnya koridor baru ini, maka sudah semua lokasi di Kota Semarang terlayani moda transportasi ini, dari ujung barat, timur dan selatan serta utara," kata Hendi, panggilan akrab Wali Kota Semarang.

Hendi menerangkan, dari hasil survey terakhir, Kota Semarang merupakan daerah dengan kondisi lalulintas yang macet. Bahkan, Kota Semarang berada di atas Surabaya dari tingkat kemacetan di Indonesia. "Artinya, persoalan ini harus menjadi perhatian dan dituntaskan. Salah satunya dengan peluncuran koridor baru BRT ini," tukasnya.

Masyarakat, lanjut Hendi, juga harus mendukung upaya pemerintah dalam mengatasi persoalan kemacetan ini. Diantaranya dengan tidak menggunakan kendaraan pribadi saat keluar rumah.

"Kan sudah ada BRT, selain murah juga nyaman. Jadi silakan masyarakat memanfaatkan. Kalau masyarakat sudah sadar, tentu kemacetan akan teratasi," terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, M Khadik mengatakan, peluncuran BRT koridor VII ini merupakan bukti bawa Pemerintah Kota Semarang terus berupaya mengembangkan transportasi publik. "Selain koridor VII ini, masih ada beberapa koridor lagi yang akan kami luncurkan tahun depan," kata dia.

Dengan peluncuran koridor baru itu, Khadik menargetkan jumlah pengguna moda transportasi umum tersebut akan naik menjadi 29.140 perhari. Sebelumnya, hanya sekitar 27 ribu saja masyarakat yang menggunakan moda itu dalam sehari.

"Sehingga, tahun ini kami targetkan ada 10.140.000 orang yang memanfaatkan BRT Trans Semarang, meningkat cukup jauh dari tahun 2017 lalu yang hanya 9,1 juta penumpang dalam setahun," terangnya.

BRT Koridor VII, kata Khadik, akan dilayani oleh 15 armada bus. Selain melintasi jalur yang sudah ditetapkan, BRT juga akan masuk ke tempat relokasi pedagang pasar Johar di MAJT. "Jadi dapat memudahkan masyarakat yang hendak berbelanja di Pasar Johar itu," ungkapnya.

(NS) Laporan: Andi Kaprabowo
  1. Layanan Publik
  2. Peristiwa
  3. Pemkot Semarang
KOMENTAR ANDA