1. HOME
  2. KABAR SEMARANG

Kembali ke Pasar Waru, pedagang mengaku senang

"Selama ini jualan di lapak relokasi yang seadanya, sehari-hari khawatir dagangan rusak saat hujan,"

Pedagang Pasar Waru. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Contributor : Andi Kaprabowo | Minggu, 21 Januari 2018 16:52

Merdeka.com, Semarang - Ratusan pedagang Pasar Waru membongkar lapak-lapak mereka yang beraa di pasar darurat tempat berjualan mereka setahun terakhir. Para pedagang berbondong-bondong memindahkan barang dagangan ke dalam kios dan los di Pasar Waru yang kini telah selesai dibangun kembali pasca kebakaran tahun silam.

Salah seorang pedagang, Rusmiyati, mengatakan bahwa dirinya merasa lega dan senang karena sudah bisa berjualan di dalam pasar lagi. Sebab selama ini, ia mengaku khawatir saat menghuni tempat relokasi sementara. "Selama ini jualan di lapak relokasi yang seadanya, sehari-hari khawatir dagangan rusak saat hujan," kata dia, Minggu (21/1).

Sebab lanjut dia, lapak sementara tempatnya berjualan jika hujan kondisinya sangat memprihatinkan. "Kalau hujan, pasti bocor dan airnya masuk ke dalam kios sehingga mengenai barang dagangan saya. Kalau sudah begitu pasti ada yang rusak," papar penjual sembako ini.

Tak jarang, dia harus membawa pulang barangnya ketika masih berjualan di pasar darurat. Hal itu karena lokasi pasar darurat yang sempit dan sudah lapuk karena terkena cuaca. "Sekarang sudah menempati pasar yang baru. Jadi lebih lega tidak perlu ngamankan barang-barang kalau pulang, apalagi kalau hujan," katanya.

Pasar Waru yang terletak di Kelurahan Kaligawe, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang selesai dibangun akhir Desember 2017 lalu dengan anggaran sekitar Rp18,5 miliar. Pembangunan pasar tersebut dilakukan akibat kebakaran yang melanda pasar di sisi timur Sungai Banjir Kanal Timur pada November 2016 lalu itu.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, pembagian kios dan los Pasar Waru telah selesai dilakukan awal Januari. Selanjutnya, pedagang diperbolehkan memindahkan barang dagangan ke dalam pasar. "Pemindahan sudah dimulai beberapa hari lalu dan menempati tempat yang berdasarkan undian," katanya.

Dia mengungkapkan, di pasar tersebut terdiri dari 216 los dan 72 kios. Jumlah dapat menampung 560 pedagang yang ada, baik pedagang di pasar Waru yang lama maupun pedagang pancakan yang berjualan di tepi jalan.

Fajar menegaskan, pihaknya hanya menyediakan tempat yaitu kios dan los saja. Untuk kelengkapan dan desain seperti lapak, pedagang diminta menambah sendiri. "Yang pasti, pedagang kami beri tempat untuk berjualan secara gratis. Tidak ada pungutan apapun," jelasnya.

Fajar berharap, dengan beroperasinya pasar Waru yang baru ini, maka perekonomian pedagang yang sempat terganggu usia terjadi kebakaran bisa pulih lagi. Di samping itu, pedagang dan pembeli diharapkan bisa traksaksi dengan nyaman di dalam pasar.

"Pesan saya, jaga kebersihan agar pembeli senang berbelanja ke pasar Waru. Di samping itu, hal itu sejalan dengan arahan Wali Kota yang menghendaki pasar tradisional yang bersih layaknya pasar modern," pungkasnya.

(NS) Laporan: Andi Kaprabowo
  1. Penataan Pedagang
  2. Pemkot Semarang
KOMENTAR ANDA