1. HOME
  2. KABAR SEMARANG

Lindungi anak dan lansia, Pemkot Semarang luncurkan Klinik Apel

“...dengan memberikan fasilitas yang memadai bagi mereka yang secara fisik rentan terhadap kasus diskriminasi dapat berobat dengan nyaman,"

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi melihat stand bazar Ramadan usai meresmikan Klinik Apel di RSUD Wongsonegoro Semarang, Kamis (7/6).. ©2016 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Contributor : Andi Pujakesuma | Kamis, 07 Juni 2018 17:09

Merdeka.com, Semarang - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Rumah Sakit Umum Daerah KRMT Wongsonegoro meluncurkan klinik khusus bagi anak perempuan dan lanjut usia (Lansia) atau yang disingkat “Klinik Apel.” Peluncuran klinik tersebut sebagai bukti bahwa Pemkot Semarang berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Peluncuran Klinik Apel dipimpin langsung oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. Dalam kesempatan itu, Hendi menerangkan jika saat ini APBD fokus pada poor budgeting yaitu anak perempuan dan lansia yang mayoritas secara fisik cenderung lebih lemah.

Wali Kota yang akrab disapa Hendi ini menyebutkan, bahwa terobosan tersebut merupakan upaya yang dilakukan RSUD Wongsonegoro dalam memberikan perlindungan terhadap kasus diskriminasi yang kerap menimpa anak, perempuan, dan lanjut usia.

“Sering terjadi diskriminasi terhadap anak, perempuan dan lansia. Seperti ketika antri ada orang tua yang mengantri berdiri sedangkan yang muda duduk. Hal ini sungguh memprihatinkan," kata dia sambil melihat bazar Ramadan di halaman rumah sakit tersebut.

Melalui klinik Apel tersebut, semua pelayanan dapat dilakukan di dalamnya. Seperti pendaftaran, pemeriksaan, pengobatan, pemeriksaan laboratorium dan apotek. “Harapannya dengan memberikan fasilitas yang memadai bagi mereka yang secara fisik rentan terhadap kasus diskriminasi dapat berobat dengan nyaman,” ungkapnya.

Ke depan, pihaknya mengungkapkan akan dilakukan pengembangan. Klinik Apel tersebut akan dijadikan contoh dalam pembangunan klinik-klinik lainnya. "Seperti biasanya kami melakukan role model. Sesuatu yang dinilai berhasil dapat diadaptasi oleh dinas lain. Tidak perlu gengsi yang penting masyarakat dapat merasakan manfaatnya," tambah dia.

Saat ini inovasi tersebut baru dilakukan oleh RSUD KRMT Wongsonegoro. Namun tidak menutup kemungkinan akan diadaptasi oleh rumah sakit lainnya. “Saat ini kita sedang membangun rumah sakit tipe D di Mijen. Dan ini akan dibuat seperti ini juga karena kami fokus terhadap peningkatan pelayanan masyarakat,” bebernya.

(NS) Laporan: Andi Pujakesuma
  1. Layanan Publik
  2. Kesehatan
  3. Pemkot Semarang
KOMENTAR ANDA